Jadi Wakil Pansel KPU, Menkumham Jamin Bebas Intervensi Demokrat

Jadi Wakil Pansel KPU, Menkumham Jamin Bebas Intervensi Demokrat

- detikNews
Senin, 12 Des 2011 17:42 WIB
Jakarta - Masa kerja anggota KPU dan Bawaslu akan habis pada Oktober 2012 mendatang. Untuk menyeleksi anggota periode berikutnya, pemerintah telah membentuk panitia seleksi (pansel).

Pansel terdiri dari 10 orang, dua dari pemerintah yaitu Mendagri Gamawan Fauzi sebagai ketua dan Menkumham Amir Syamsuddin sebagai wakil ketua. Sedangkan sisanya 8 orang merupakan perwakilan dari perguruan tinggi ternama dan mantan anggota KPU.

Masuknya nama Amir yang juga merupakan petinggi Partai Demokrat (PD) agak diragukan independensinya. Namun, Amir memastikan hal itu tidak akan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira saya akan objektif, karena mana kala kami (kader PD) mendapatkan jabatan publik, maka partai kami kesampingkan, itu tidak hanya tercerminkan dalam kata-kata. Tapi pada yang kami lakukan," janji Amir saat ditanya apakah posisinya di Pansel KPU akan bebas dari intervensi partai.

Hal itu dia sampaikan dalam sesi tanya jawab usai mengikuti rapat koordinasi bidang Polhukam di Kemenkopolhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (12/11/2011).

Dalam kesempatan yang sama, Gamawan juga berharap jabatan Amir di kementerian dan di partai tidak dikait-kaitkan. Karena, jabatan Amir di Pansel menurutnya dalam konteks sebagai Menkumham.

"Dan kebetulan Menkumhamnya dari partai," kata Gamawan.

Gamawan menjelaskan, hari ini tim tersebut sudah mulai melakukan rapat untuk membahas mekanisme kinerja pansel. Diharapkan, kerja Pansel sudah rampung pada bulan April 2012.

"Sehingga bisa segera diresmikan lembaga ini, dan saya berharap tidak banyak kendala," tambahnya.

Ia juga memastikan, keterwakilan pemerintah dalam pansel ini benar-benar independen dan bebas intervensi dari pihak mana pun. Dia menambahkan, 8 orang yang berasal dari berbagai kalangan akan mempunyai kewenangan lebih dalam pansel ini.

"Mereka tidak perlu diragukan kredibilitasnya," tandasnya.

(lia/did)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads