Penembakan di Palu, Kapolri Dituntut Ganti Kapolda Sulteng
Selasa, 20 Jul 2004 15:27 WIB
Jakarta -
Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar didesak agar mengganti Kapolda Sulteng Brigjen Pol M. Taufik Ridha menyusul penembakan di Palu yang menewaskan pendeta Susianti Ninulele. Kapolda dinilai tak mampu mengatasi keamanan di Sulteng khususnya Poso dan Palu. Desakan disampaikan kelompok pemuda yang menamakan dirinya Kaum Muda Sulawesi Tengah (Kamust) yang dibacakan oleh anggota DPD Sulteng terpilih M. Ichsan Loulembah, di Hotel Menara Peninsula, Jl. SLipi, Jakarta, selasa (20/7/2004).Tergabung dalam Kamust antara lain, M. Ridha Saleh (Deputi Direktur Walhi), Abdee Negara (Gitaris Slank), Chalid Muhammad (aktivis Ngo), Erik Tamalagi (jurnalis), Rony Palungkun dan Imron Lapata (keduanya profesional). "Kapolda layak diganti karena banyak peristiwa yang terjadi dan dibiarkan yang akhirnya menumpuk," kata Ichsan.Ichsan merujuk pada kasus penembakan Dekan Fakultas Hukum Univeristas Sintuwu Maroso, bulan Mei 2004. Kemudian juga tewasnya jaksa Ferry Silalahi, tewasnya dua warga Poso di desa Pandiri dan kelurahan Kayamanya, serta terakhir penembakan terhadap pendeta Susianti.Kamust mengharap kedatangan Kapolri ke Sulteng bisa memicu aparat untuk mengelola keamanan dengan baik. Erik Tamalagi membantah kasus yang terjadi di Poso dan Palu merupakan konflik agama. "Sejauh ini kepala agama yang bertemu tak ada masalah. Saya kira sudah saatnya aparat keamanan yang bertindak," kata Erik.Ia juga menilai aparat keamanan mulai dari Kapolda, Kapolres dan jajarannya telah gagal dalam mengamankan situasi. Bahkan ada indikasi aparat keamanan memelihara konflik yang ada.amust mengharapkan capres yang masuk ke putaran dua agar mengunjungi Sulteng dan berdialog langsung dengan masyarakat. "Capres harus menjelaskan komitmen mereka dalam menyelesaikan masalah kerusuhan di Palu, Aceh, Papua dan Poso," kata Ichsan.Kamust juga mendesak Komnas HAM membentuk tim investigasi karena kejadian di Sulteng dinilai merupakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran HAM. Kepada seluruh masyarakat, Kamust menyerukan agar menjaga kerukunan yang tekah terpelihara selama ini.
(iy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































