Kalau Mau Menangkan Pilpres, Hatta Harus Didukung Semua Komponen PAN

Kalau Mau Menangkan Pilpres, Hatta Harus Didukung Semua Komponen PAN

- detikNews
Sabtu, 10 Des 2011 06:33 WIB
Kalau Mau Menangkan Pilpres, Hatta Harus Didukung Semua Komponen PAN
Jakarta - Pilpres 2014 bukanlah jalan mudah untuk dilalui Hatta Rajasa tanpa dukungan semua komponen PAN. Dukungan komponen PAN secara menyeluruh adalah kunci kesuksesan Hatta menghadapi pilpres.

"Apa yang terjadi di PAN periode sebelumnya yang memutuskan mendukung bukan Ketum tanpa restu Ketum menjadi preseden buruk yang melahirkan luka. Pengalaman pahit itu tidak boleh terulang. Jadi kalau dalam Rakernas PAN Hatta mau ditetapkan sebagai capres harus didukung oleh semua komponen PAN," kata peneliti Indonesian Institute yang kini aktif menjadi pengurus Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Abd Rohim Ghazali.

Hal ini disampaikan Rohim kepada detikcom, Sabtu (10/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi Hatta untuk mendeklarasikan diri sebagai capres. Menunda, malah bisa 'masuk angin', karena banyak pengurus PAN yang berasal dari non kader.

"Sekarang ini momentumnya sudah tepat. Kalau menunggu tahun depan (2013) tentu sudah sangat terlambat. Di samping itu, PAN bisa "masuk angin" memgingat ada fenomena masuknya beberapa non kader dalam kepengurusan PAN yang berpotensi masuk angin dalam hal penetapan capres,"saran Rohim yang merupakan mantan Wasekjen DPP PAN itu.

Rohim juga berpendapat upaya PAN untuk mengusung Hatta sebagai capres 2014 juga perlu diperkuat dengan dukungan Muhammadiyah, sebagai ormas yang memiliki sejarah dengan PAN. Menurut Rohim, siapapun capres yang membantu memajukan Muhammadiyah dan siap mensejahterakan rakyat akan didukung Muhammadiyah. Apakah itu Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Prabowo, atau siapa pun, termasuk Hatta akan didukung Muhammadiyah.

"Jangan lupa, kalau kita cermati dari visi yang dijual partai-partai, saya lihat justru Partai Nasdem lebih cocok dengan Muhammadiyah. Sayangnya, partai ini belum berani terang-terangan mengusung capres. Sedangkan PAN yang kelahirannya dari Muhammadiyah, tampak semakin menjauh dari Muhammadiyah. Kalau PAN tidak mau mengoreksi kebijakan politiknya, bukan tidak mungkin Muhammadiyah menyatakan "talak tiga" dengan PAN,"ingatnya.
(van/asy)


Berita Terkait