Yuk, Kenali Budaya di International Culture Event

Yuk, Kenali Budaya di International Culture Event

- detikNews
Jumat, 09 Des 2011 09:27 WIB
Jakarta - Di tengah hingar bingar budaya asing yang banyak diserap, masih ada sekelompok pemuda yang peduli dengan hasil karya bangsanya sendiri.

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), berupaya menyuguhkan sesuatu lain dari yang lain di tengah-tengah perhelatan event yang banyak digelar selama ini, International Culture Event (ICE).

Tempat yang digelar pun tidak biasa, Pura Aditya Jasa, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. Event yang digelar sehari penuh mulai Sabtu (10/12/2011) dari pukul 13.00 hingga 23.00 WIB menyuguhkan beragam tarian khas Indonesia dan tentunya beberapa budaya internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semuanya dikemas dalam satu panggung sehingga menjadi ajang edukasi dan pengenalan budaya nasional dan internasional," kata Field Manager Event, I Made Wisnu Wardhana, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/12/2012).

Dalam sebuah event, tentunya panitia berharap penonton dan pengunjung event mendapatkan experience atau pengalaman menarik.

Bila anda penikmat progresive rock Pink Floyd, kemasan multimedia di atas panggung akan menjadi sajian pemanja penampilan. Dalam satu tema pertunjukan, video screen yang terpampang di lokasi pertunjukan akan memberikan tampilan tema visual sesuai pertunjukan, serta DJ yang mengiringi selama pertunjukan.

"Lighting dan sound dibalut secara terkonsep," ujar Wisnu.

Selain juga interaksi antar penonton dan para seniman yang ada di atas panggung terjadi dalam event yang digelar besok.

Tidak hanya suguhan musik dan tarian, pengunjung juga dapat mengenali beragam kuliner yang disediakan, mulai dari masakan tradisional khas nusantara hingga masakan Eropa.

Acara yang didominasi pertunjukan tari ini menyuguhkan beragam tarian Indonesia. Setiap sesi nantinya akan dihadirkan tarian Internasional dari beragam negara, seperti dari Rusia, India, Brasil, dan Jepang. Agar pertunjukan lebih menarik, aksi tabuh perkusi dari Duo Toxic Percussion juga akan memanjakan mata para pengunjung.

"Art is universal dan harus dikenalkan dan bisa masuk ke segala usia dan kalangan," kata Made.


(ahy/feb)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini