Suratman (45), seorang tukang ojek menangkap ular tersebut setelah sebelumnya dimintai bantuan oleh seorang warga sekitar.
"Ularnya jatuh dari plafon rumah Pak Wahono sekitar pukul 06.00 pagi tadi," tutur Suratman saat dijumpai di kediamannya di Jl Budi Harapan Raya, RT 7/10, Cipinang Melayu, Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wahono sering mengeluhkan kehilangan angsa peliharaannya di sekitar peternakan.
"Waktu dikejar dikiranya satu, ternyata ada dua sanca," tutur laki-laki yang mengaku kerap menangkap hewan-hewan buas seperti biawak.
Suratman lantas mengejar dan menangkap ular tersebut dengan tangan kosong. Yang pertama kali ditangkap adalah sanca betina yang tengah melingkar.
"Ularnya habis makan angsa, makanya dia diam," ujarnya.
Sementara sanca jantan ditangkap tidak jauh dari lokasi penangkapan sanca betina.
"Kalau yang jantan masih galak, kelihatannya mau ganti kulit," kata Suratman.
Pantauan detikcom, badan sanca betina yang berukuran 4 meter dengan berat sekitar 40 kilogram itu terlihat menjembul. Sanca tersebut disimpan di dalam karung coklat.
Sementara sanca jantan dengan panjang yang sama dengan berat sekitar 35 kilogram disimpan di kandang kawat. Di lantai kandang terlihat kulit ular yang telah berganti.
Kediaman Suratman sendiri saat ini dipenuhi warga sekitar yang penasaran dengan sepasang sanca hasil tangkapan Suratman.
Sang pawang sendiri saat ini belum berniat untuk menjual atau memberikan tangkapannya tersebut ke pihak Kebun Binatang Ragunan. "Mau dipelihara dulu," katanya.
Sebelumnya, 13 November lalu seekor ular sanca juga ditemukan warga saat menggelar kerja bakti di Jl Cakung Drain RT 012 RW 08, Kampung Baru Cakung Barat, Jakarta Timur. Warga sekitar juga kerap mengeluhkan hewan ternak mereka yang kerap hilang.
Sehari menginap dikandang, sanca sepanjang 4 meter itu hilang dari kandangnya.
Sanca juga ditemukan warga Lubang Buaya, Jakarta Timur, beberapa hari lalu. Saat ditemukan sanca sepanjang 3,5 meter itu tengah bergelayut di tiang atap rumah warga.
(ahy/lrn)










































