"Diduga kelompok ini terkait dengan serangkaian penyerangan seperti penyerangan Kapolsek (Mulia) beberapa waktu lalu," kata Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Minggu (4/12/2011).
Namun Boy tidak mau buru-buru menyebut kelompok mana yang dia maksud, sebelum dilakukan analisa dan penyelidikan mendalam. Saat ini jenis senjata yang digunakan pelaku pun belum diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boy menyebutkan, suhu politik di Puncak Jaya saat ini sedang memanas karena ada pemilukada. Mabes Polri pun mengimbau masyarakat tidak terprovokasi dan dapat menahan diri demi menjaga situasi tetap kondusif.
Terkait penambahan personel, sejauh ini belum ada rencana untuk hal itu. Dalam peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal kemarin, seorang anggota Brimob bernama Bripda Syukur juga menjadi korban. Syukur mengalami luka di paha dan saat ini masih dirawat di RS Mulia.
Sebelumnya terjadi penembakan terhadap Kapolsek Mulia, Kompol anumerta Dominggus Awes pada Oktober lalu. Dia ditembak saat bertugas di Bandara Mulia. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyebut pelaku merupakan kelompok pengacau keamanan.
(vit/nwk)










































