Bahas Asap, Asean Gelar Pertemuan Darurat di Pekanbaru

Bahas Asap, Asean Gelar Pertemuan Darurat di Pekanbaru

- detikNews
Senin, 19 Jul 2004 15:10 WIB
Pekanbaru - Bencana kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap berkepanjangan sejak tahun 1997, membuat sejumlah negara Asean menggelar pertemuan darurat di Pekanbaru, Riau. Pertemuan antaranegara itu akan menyikapi pengendalian kebakaran hutan dan lahan.Rencana pertemuan darurat negara Asean itu disampaikan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Riau, Khairul Zainal, saat ditemui detikcom, Senin (19/7/2004) di ruang kerjanya Jl Thamrin, Pekanbaru. Pertemuan antarnegara itu akan berlangsung selama dua hari (22-23 Juli 2004) di Pekanbaru menyusul kabut asap yang baru saja melanda Riau.Pertemuan darurat itu akan dihadiri Deputi Kementerian Lingkungan Hidup Malaysia, Singapura, dan Brunai Darussalam dan tuan rumah Indonesia. Diperkirakan 75 perserta dari empat negara tersebut hadir."Sejumlah kepala Bapedalda dari Kalimantan Barat, Jambi, dan Sumatera Utara juga akan hadir," kata Khairul.Pusat PengendalianDalam pertemuan itu, Bapedalda Riau akan berusaha meminta negara-negara Asean untuk menempatkan pusat pengendalian bencana asap dan kebakaran hutan yang dikelola empat negara itu di Pekanbaru. Hal itu sangat memungkinkan, karena kondisi Riau selama ini sangat rawan akan kebakaran lahan dan hutan."kkita akan melobi anggota Asean agar membangun Working Group Regional Fire-Fighting Arrangements (SRFAs) bertempat di Pekanbaru. Kita juga telah siapkan lahan di Jl Sudirman Pekanbaru sebagai kantor pengendalian asap di ASEAN,kata Khairul.Khairul menjelaskan, pertemuan antarkelompok kerja negara-negara Asean ini, sebenarnya merupakan petemuan tahunan yang ke 15. Hanya saja, dengan kondisi Riau yang baru dilanda kebakaran dan menimbulkan asap hingga ke negara tetangga ini, mendesak untuk dilakukan pertemuan darurat."Hingga saat ini di Kabupaten Pelalawan Riau masih terjadi kebakaran lahan khususnya kawasan lahan gambut yang sulit dilakukan pemadaman. Api itu menjalar di bawah permukaan tanah," kata Khairul.Nantinya Bapedalda Riau akan membawa kelompok kerja itu ke Kabupaten Pelalawan untuk melihat kondisi kebakaran tersebut. Diharapkan dengan terjun langsung ke lapangan, kelompok kerja itu bisa mengabulkan Riau sebagai pusat pengendalian kebakaran hutan dan lahan."Tidak hanya Riau saja yang ingin menjadi tempat pengendalian kebakaran lahan dan hutan. Tetapi Kalimantan Barat juga ingin merebut posisi yang sama," kata Khairul. (nrl/)


Berita Terkait