Trauma Tragedi Nunukan, Menaker Minta Malaysia Komunikatif
Senin, 19 Jul 2004 15:12 WIB
Jakarta - Menakertrans Jacob Nuwa Wea meminta pemerintah Malaysia berkomunikasi lebih dulu dengan pemerintah Indonesia perihal pengusiran TKI ilegal. Dia tidak mau ada tragedi Nunukan kedua."Kita sedang minta klarifikasi kepada pemerintah Malaysia mengenai hal itu, agar Malaysia mengkomunikasikan berapa jumlah yang akan mereka kembalikan dan kapan waktunya."Demikian kata Jacob usai mendampingi Presiden Mega menyerahkan 5 unit ambulans kepada beberapa rumah sakit di halaman Istana Negara Jakarta, Senin (19/7/2004)."Saya sebagai Menaker yang bertanggung jawab atas masalah ini meminta agar jangan sampai Nunukan kedua terjadi," ujarnya.Menurut dia, pihaknya sedang menyiapkan berbagai embarkasi apabila Malaysia benar-benar melaksanakan pemulangan TKI ilegal. Antara lain di Dumai, Tanjung Pinang, Kuala Tungkal, dan Belawan.Dia berharap dalam pemulangan itu, Malaysia harus selektif dalam menentukan tujuan embarkasi, tempat mereka dipulangkan."Saya berharap Malaysia lebih cermat. Jangan orang NTT dipulangkan lewat Sumatera, tapi lewat Tanjung Perak, atau Tanjung Priok untuk wilayah barat. Jadi bisa dilaksanakan sesuai dengan harapan semua pihak," tutur Jacob.Dijelaskan dia, pemerintah Indonesia juga akan menyiapkan peralatan angkut sebagai bukti tanggung jawab pemerintah kepada warga negaranya.Dia mendesak apabila Malaysia tidak melakukan komunikasi, maka dirinya akan mengambil kebijakan tidak lagi menempatkan TKI di Malaysia."Saya minta jangan tanpa komunikasi mengeluarkan mereka. Kalau terjadi lagi seperti Nunukan, saya sebagai menteri punya sikap tidak usah ditempatkan ke Malaysia," tukas Jacob.Ditegaskan dia, kedatangan TKI ilegal di Malaysia tidak dilakukan PJTKI. Namun diakuinya, Depnaker tidak akan bisa menghilangkan arus TKI ilegal. Meski demikian, imigrasi diharapkan tidak mengobral paspor. Imigrasi harus mengetahui secara detail kemana mereka akan pergi."Saya juga meminta pemerintah Malaysia untuk menindak perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan TKI ilegal," tandas Jacob.Pada Agustus 2002, pemerintah Malaysia memulangkan puluhan ribu TKI ilegal ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. Pemerintah Indonesia sempat kalang kabut menyiapkan lokasi penampungan dan sarana kesehatan dadakan. Puluhan TKI meninggal karena sakit dan kelelahan. Kapal-kapal TNI AL dikerahkan untuk mengembalikan para TKI ke tempat asalnya masing-masing. Bukannya kapok, beberapa TKI mengaku ingin segera kembali ke Malaysia untuk menikmati ringgit.
(sss/)











































