Kecekatan anjing ini adalah bagian dari simulasi Satuan Reaksi Cepat Penangigulangan Bencana di bawah komando Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) yang digelar di Lanud Pondok Cabe, Sabtu (3/12/2011).
"Anjing jenis ini penciumannya sangat tajam," terang seorang petugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses selanjutnya, petugas menandai beton dengan gambar segitiga. Gambar ini nantinya akan dipotong dengan alat pemotong beton. Proses ini sendiri membutuhkan waktu yang tidak cepat.
Ketekunan serta kesabaran mutlak dibutuhkan oleh petugas. Tidak boleh gegabah, salah-salah, beton itu justru makin mempersulit proses evakuasi. Pantauan detikcom, beberapa kali petugas yang tengah memotong beton harus diganti oleh orang lain.
Acara simulasi ini sendiri disaksikan langsung oleh Menko Kesra, Agung Laksono. Dalam kesempatan ini, Agung meninjau sejumlah fasilitas yang biasanya hadir saat BPNB beraksi.
Mulai dari rumah sakit darurat hingga dapur darurat. Khusus untuk rumah sakit, tempat ini terakhir kali diterjunkan dalam bencana gempa di Mentawai.
Di dalam rumah sakit ini, ada beberapa tempat tidur darurat. Bahkan tersedia juga tempat operasi yang cukup komplit. Untuk obat-obatan, juga tidak kalah lengkap.
Di akhir peninjauannya, Agung menyempatkan untuk meminum langsung air hasil daur ulang. Air itu merupakan hasil penyulingan dari air yang sangat kotor. Untuk membuktikan jika air itu aman, Agung pun tak keberatan untuk meminumnya langsung.
(mok/asp)










































