"Pada hari ini kami dari Save UI bertemu dengan Pak Rizal, meminta penjelasan hasil audit BPK terhadap laporan keuangan UI karena selama ini rektor UI selalu mengatakan tidak ada masalah," kata Koordinator SAVE UI, Ade Armando, di Kantor BPK, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (2/12/2011).
SAVE UI tiba di kantor BPK pukul 11.00 WIB. Ada 4 orang yang mewaikili SAVE UI. Selain Ade, ada Effendi Gazali, Taufik Baharudin, dan Usman Abdhali Watik.
Ade mengatakan, BPK menemukan beberapa kejanggalan dalam laporan keuangan UI. Di antaranya ada kelebihan dana sebesar Rp 2,91 miliar dari pembangunan perpustakaan tahap II dan III. Selain itu juga, Rektor UI, Gumilar Rosliwa Sumantri, menggunakan dana masyarakat sebesar Rp 298 juta untuk renovasi rumah pribadinya.
"Dengan adanya temuan ini jelas sekali rektor berbohong pada kita semua," cetusnya.
Dalam kesempatan yang sama juga Ade menagih janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mencopot Rektor UI yang diduga telah melakukan berbagai pelanggaran.
"Kalau lembaga pendidikan sudah dipimpin oleh orang yang korup ya dia harus dicopot atau mengundurkan diri," tandasnya.
(gus/vit)











































