"Hari pertama, di sini relatif aman lancar dan terkendali (mancarli)," kata Kepala Stasiun Sudirman, Urip Suripto, saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Kamis (1/12/2011).
Urip menambahkan, sistem baru tersebut bertujuan untuk mengefektifkan pola perjalanan KRL. Dari 37 rute perjalanan akan diefektifkan menjadi 6 perjalanan kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendukung efektivitas tersebut, jumlah armada pun ditambah. Dari 437 KRL (commuter line dan ekonomi) menjadi 534 KRL yang tersedia setiap 10 sampai 15 menit selama uji coba. Sementara, untuk harga tiket masih sama dengan sebelumnya.
"Belum ada penaikan tarif," tambah Urip.
Uji coba sistem baru ini akan berlangsung selama 4 hari, yakni dari tanggal 1 sampai 4 Desember 2011.
"Jika ini berhasil, tanggal 5 akan dipatenkan," kata Urip.
Berikut 6 rute yang diujicobakan untuk sistem baru ini:
1. Bogor/Depok - Manggarai - Jakarta Kota (PP);
2. Bogor/Depok - Tanah Abang - Pasar Senen - Jatinegara (PP);
3. Bekasi - Jatinegara - Manggarai -Jakarta Kota (PP);
4. Parung Panjang/Serpong - Tanah Abang (PP);
5. Tangerang - Duri (PP);
6. Tanjung Priok - Jakarta Kota (PP).
Sebelumnya juru bicara KRL Mania, Agam Fatchurrochman, dalam rilisnya, Agam mengatakan penerapan jalur melingkar menyebabkan jadwal pemberangkatan Commuter Line dari Stasiun Bekasi tak sesuai jadwal. Dua kereta yang seharusnya tersedia pada pukul 07.00-08.00 WIB di Stasiun Bekasi kenyataannya hanya tersedia satu kereta.
(vit/vit)










































