Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luarnegeri RI Djauhari Oratmangun dalam diskusi interaktif dengan mahasiswa RI di Jerman melalui Konselor Fungsi Pensosbud KBRI Berlin Ayodhia GL Kalake kepada detikcom, Senin (28/11/2011).
Menurut Dirjen, terdapat tiga prioritas utama pemerintah Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun 2011 yaitu memastikan bahwa tahun 2011 ditandai oleh kemajuan signifikan dalam pencapaian Komunitas ASEAN 2015. Kedua, memastikan terpeliharanya tatanan dan situasi kondusif di kawasan bagi upaya pencapaian pembangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia juga berupaya agar kerjasama eksternal ASEAN makin diperkuat melalui forum East Asia Summit (EAS). Tahun ini, EAS telah melibatkan partisipasi 18 negara termasuk AS dan Rusia," ujar Dirjen dalam diskusi yang dipandu Wakil Kepala Perwakilan RI Berlin Diah Rubianto di Aula KBRI Berlin (26/11/2011).
Dijelaskan, penguatan EAS ini tidak lain merupakan upaya untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan ASEAN dan Asia Timur agar dalam jangka panjang dapat mendukung kemakmuran bersama, serta menjadikan kawasan Asia tetap menjadi pusat pertumbuhan perekonomian dunia.
Lanjut Dirjen, prinsip-prinsip kerjasama EAS tersebut telah disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-19 ASEAN di Bali (19/11/2011), selain juga kemitraan komprehensif antara ASEAN dan PBB, serta ASEAN Institute for Peace and Reconciliation sebagai upaya konkret bagi terciptanya kawasan yang kondusif.
Presiden RI yang menutup rangkaian KTT yang berlangung sukses itu mencatat dan memuji bahwa Indonesia berhasil mendorong adanya kemajuan dalam ASEAN berupa terus terpeliharanya stabilitas dan keamanan di kawasan.
Di samping itu ada penguatan kesejahteraan ASEAN yang dicapai melalui bergulirnya konektifitas ASEAN dan kerjasama dengan mitra-mitranya, dan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ASEAN yang lebih berorientasi kepada masyarakat.
Bersama
Menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan riset bersama antara para peneliti di ASEAN, Dirjen Djauhari Oratmangun menjelaskan bahwa melalui ASEAN University Network dimungkinkan kerjasama mahasiswa dan peneliti antar-negara ASEAN.
Saat ini juga tengah diupayakan pembentukan kajian ASEAN di beberapa universitas di Indonesia. Mahasiswa Indonesia dapat turut berperan dalam membentuk persepsi positif bahwa kawasan ASEAN adalah kawasan aman dan stabil.
Tentang memperkuat pilar ekonomi mikro, Dirjen menjelaskan bahwa para pengusaha Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang dari political gain yang telah diraih Indonesia. Hal inilah yang melatarbelakangi keterlibatan aktif pihak swasta dan pengusaha dalam ASEAN Business Summit pada KTT ASEAN ke-19 di Bali.
Diskusi Dirjen dengan mahasiswa berlangsung menjelang ASEAN Regional Forum (ARF) High-Level Workshop on Confidence Building Measures and Preventive Diplomacy in Asia and Europe di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman, Berlin (28-29/11/2011).
Workshop ini secara regular diadakan oleh ARF sebagai bagian dari proses pembentukan confidence building measures (CBMs) diantara negara-negara ARF. Indonesia selaku Ketua ASEAN/ARF 2011 dan Jerman selaku negara koordinator Uni Eropa untuk ARF bersama-sama menjadi co-host dan co-chair pada pertemuan yang akan dihadiri oleh 27 negara anggota ARF tersebut.
Ke-27 anggota ARF, yang didirikan pada 1994, adalah 10 anggota ASEAN (Brunei, Burma, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Philippina, Singapura, Thailand dan Vietnam), 10 negara mitra dialog ASEAN (AS, Australia, Cina, India, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Selandia Baru, Russia dan UE), Papua Nugini selaku pengamat, Korea Utara, Mongolia, Pakistan dan Timor Timur.
(es/es)











































