Keruhnya Sungai Mahakam Jadi Kendala Utama Basarnas

Keruhnya Sungai Mahakam Jadi Kendala Utama Basarnas

- detikNews
Senin, 28 Nov 2011 01:39 WIB
Keruhnya Sungai Mahakam Jadi Kendala Utama Basarnas
Jakarta - Badan SAR Nasional (Basarnas) kesulitan untuk melakukan evakuasi menyeluruh di reruntuhan Jembatan Kukar. Keruhnya sungai Mahakam menjadi kendala utama bagi tim penyelam untuk masuk di kedalaman air.

"Feasibility yang nol, memang tidak bisa melihat apapun di dalam sungai. Jadi kami hanya menggunakan peraba. Intinya masih menunggu tim teknis PU," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya Daryatmo, saat memberikan keterangan pers di Posko SAR Basarnas, yang berada di sekitar lokasi ambruknya jembatan, Jl Wolter Monginsidi, Minggu (27/11/2011) malam.

Meski demikian, sambung Daryatmo, pencarian korban tenggelam akibat ambruknya jembatan tersebut masih terus dilakukan dengan melibatkan Polri, Basarnas, TNI dan pihak swasta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah kendaraan, belum bisa diketahui karena masih gelap sekali, pandangan feasibility zero. Saya belum bisa memberikan konkret berapa kendaraan di dalam sungai," aku Daryatmo.

"Kalau feasibility tidak zero, bisa kita lakukan pengevakuasian. Tapi kan sekarang feasibilty zero setelah kita lakukan penyelaman selama 1 jam," sambungnya.

Seperti diberitakan, Jembatan Kutai Kartanegara yang menghubungkan 2 wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang dan Kecamatan Tenggarong, ambruk pada Sabtu (26/11/2011). Menteri PU Djoko Kirmanto yang juga tiba di lokasi menyebut ambruknya jembatan tersebut terbilang langka mengingat jembatan tersebut masih berusia 10 tahun.

Hingga Minggu (27/11) malam, korban meninggal berjumlah 4 orang dan sebanyak 40 orang mengalami luka-luka akibat ambruknya jembatan tersebut. Sedangkan dari kepolisian, terdapat 33 orang dilaporkan hilang pasca insiden tersebut.


(fjp/fjp)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads