Panitia Sudah Duga Para Siswa di Acara Hari AIDS Bakal Pingsan

Panitia Sudah Duga Para Siswa di Acara Hari AIDS Bakal Pingsan

- detikNews
Minggu, 27 Nov 2011 12:57 WIB
Panitia Sudah Duga Para Siswa di Acara Hari AIDS Bakal Pingsan
Jakarta - Panitia 'Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia' sudah menduga akan banyak anak-anak yang pingsan dalam acara yang dilangsungkan di Monas, Jakarta, itu. Sebab, terjadi perubahan jadwal acara dari sedianya pukul 08.00 WIB lalu diubah pukul 10.00 WIB.

"Sebetulnya pada awal panitia mengusulkan acaranya jam 8 pagi, tapi ada beberapa kendala, akhirnya sepakat jam 10. Kalau acaranya mulai jam 10 pasti banyak yang pingsan. Itu sudah diduga sebelumnya," kata Kepala Divisi Pelayanan Kesehatan PMI Pusat, dr Lilies Wijaya.

Hal itu disampaikan Lilies di lokasi acara, Minggu (27/11/2011). Lilies adalah koordinator bagian kesehatan dalam acara tersebut.

Tiga ribuan siswa SMP dan SMA se-DKI Jakarta sudah datang di Monas sejak pukul 08.00 WIB untuk melakukan 'Dance for Live'. Namun karena acara baru dimulai pukul 10.00 WIB dan mereka baru menari pukul 10.30 WIB, puluhan siswa yang duduk menunggu di bawah terik matahari itu, jatuh pingsan.

Lilies membantah jika insiden itu dikarenakan panitia yang tidak menyiapkan konsumsi yang cukup. "Dari panitia sudah disiapkan snack dan minum. Jadi mungkin karena euforia anak jadi nggak makan dan kurang minum. Kuncinya ini ada di minum, cairan ke otak kurang, akhirnya pada pingsan," kata Lilies.

Ditanya mengapa tidak ada antisipasi sebelumnya dari panitia, Lilie mengatakan, "Makanya dibuat tenda, tugasnya juga itu (menangani orang pingsan-red)."

Lilie mengatakan pihaknya sudah melakukan perawatan yang baik bagi para siswa yang pingsan. Total ada 30-an tenaga kesehatan yang membantu dan ada dua tenda kesehatan di lokasi kejadian. "Jadi saya rasa cukup," ujarnya.

Seperti diberitakan, dua puluhan siswa pingsan sebelum mengisi acara Puncak Peringatan Hari AIDS Sedunia di Monas, Jakarta. Mereka pingsan setelah dua jam lebih 'dijemur' di lokasi acara yang tidak ditutupi tenda.

Informasi yang dihimpun detikcom, tiga ribuan siswa dari SMP dan SMA Se-DKI Jakarta sudah datang di acara yang dihadiri Wapres Boediono dan sejumlah menteri sejak pukul 08.00 WIB. Meski matahari sedang terik, mereka disuruh panitia duduk di lapangan conblock tanpa alas sampai pukul 10.30 WIB. Nah, pada saat itulah dua puluhan dari mereka bertumbangan.

"Kami disuruh duduk sejak jam 8, saya pusing, nggak kuat panas," kata Hanifah, siswi SMK Nurul Iman saat mendapat pertolongan di stan Palang Merah Indonesia (PMI).

Hanifah mengatakan, ia berangkat dari rumah sejak pukul 07.00 WIB. Namun, untuk menunggu sekitar dua setengah jam di
bawah terik matahari, mereka hanya diberi konsumsi minimal. "Kami hanya dikasih roti sama air putih," kata Hanifah.



(lrn/fay)


Berita Terkait