Judi Gelper sebuah jenis permainan bola ketangkasan sudah sebulan ini ditutup Mabes Polri. Tapi rupanya secara diam-diam pengusaha Gelper kini bersiap-siap untuk buka kembali. Landasannya, sampai saat ini Perda tentang hiburan Gelper belum dicabut pemerintah pusat.
Karena selama ini judi Gelper berlindung dibalik Perda hiburan yang dikeluarkan Pemkot Batam. Ancang-ancang dibukanya perjudian ini ditandai dengan pembukaan segel dan garis polisi di lokasi judi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Paber, antara pengusaha judi dengan Pemkot Batam, setali tiga uang. Pemkot Batam, merasa bahwa Gelper merupakan permainan anak-anak yang ada di pusat perbelanjaan. Sehingga Gelper dipandang sebagai bisnis hiburan.
"Ini hanya akal-akalan Walikota Batam saja. Kalau Gelper bukan judi, mana mungkin Mabes Polri turun ke Batam untuk menutupnya," kata Paber Siregar.
Wakil Ketua FPI Kepri, Dedi Sanjaya juga mengingatkan, agar Walikota Batam, Ahmad Dahlan yang juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Batam, untuk tidak membuka perjudian tersebut.
"Hati-Hati dengan ancaman Allah kalo berani membuka Gelper lagi. Masak Pak Walikota sebagai ketua Masjid Kota Batam tidak tahu kalau Gelper itu jadi arena judi," kata. Dedi Sanjaya.
(cha/her)











































