"Kadang-kadang orang dilibatkan mungkin ingin membantu atau apa. Tapi bukan konteks kepentingan bisnis, saya juga membantu orang-orang bukan karena kepentingan," ujar Marzuki kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).
"Ikut membantu proyek kan belum tentu dia bermain. Siapa tahu memang untuk membantu saja," tambah Marzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kaget juga di ruang paripurna hampir Rp 4 miliar lebih, menurut saya tidak sampai Rp 200 juta lebih. Nah saya bawa orang saya suruh ketemu sekjen, karena dia bisa mengadakan dengan dana Rp 200 juta. Bukan berarti saya ikut bisnis," terangnya.
Terkait keterlibatan Sutan yang disebut akan memuluskan UU Listrik sebagai imbalannya, Marzuki juga menepis tudingan itu. Seorang Sutan Bathoegana tidak mungkin membuat UU Listrik.
"Masa satu orang bisa mempengaruhi puluhan orang. Tidak mungkin itu," terang ketua DPR itu.
Sebelumnya, dalam proyek pengadaan dan pemasangan Solar Home System (SHS) tahun anggaran 2009 di Kementerian ESDM banyak menyambar nama orang penting. Mereka diduga ikut bermain dengan menitipkan perusahaan dalam tender proyek itu. Salah satu yang disebut yakni Sutan Bhatoegana. Namun, politikus Demokrat itu telah membantah tudingan tersebut.
"Saya ini hanya ingin membongkar yang tidak benar. Kok malah saya yang dituduh, bagaimana ini?" ujar Sutan saat dihubungi detikcom kemarin.
(her/lrn)











































