Hal tersebut dikatakan Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Gagah Prakoso saat dihubungi detikcom, Rabu (23/11/2011). "Basarnas menghentikan sementara secara resmi kemarin sore," kata Gagah saat dihubungi detikcom hari ini.
Gagah mengatakan, penghentian ini sesuai dengan prosedur. Selama seminggu atau 7 hari, Basarnas telah melakukan pencarian. Laporan-laporan yang diterima masyarakat telah ditindaklanjuti, serta pencarian terus dilakukan. Namun ternyata tidak menemukan titik terang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama melakukan pencarian, menurut Gagah, Basarnas tidak bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Sebab, pesawat Cessna yang hilang tidak bisa dideteksi dengan teknologi yang ada.
"Kemarin kita mencari bagaikan buta teknologi. Pesawat ini masih menggunakan ELT (emergency locater transmitter), ini tipe lama sehingga tidak ke-deteck dengan alat kami," papar Gagah.
Sebelumnya, pesawat Cessna C 172 Skyhawk hilang kontak pada Rabu (16/11/2011). Saat itu, pesawat tinggal landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk melakukan training cross country pada pukul 07.40 WIB. Direncanakan, pesawat akan mendarat di Lanud Cakrabuana, Cirebon. Namun, pesawat lantas hilang kontak saat di udara.
Berikut nama-nama awak pesawat beregister PK-NIP yang hilang tersebut:
1. Kapten Partogi Sianipar (25). Instruktur. Alamat Jl Lamsirih 9, Jatibening Baru, Pondok Gede, Jaktim.
2. Muhammad Fikriansyah (18). Siswa penerbang. Alamat Jl Poltangan, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel).
3. Agung Febrian (30). Siswa penerbang. Alamat Kompleks Taman Bukit Permai, Bintaro, Pesanggrahan, Jaksel.
(anw/nwk)










































