KPU Jabar Tunda Penetapan Hasil Pilpres Hingga 21 Juli

KPU Jabar Tunda Penetapan Hasil Pilpres Hingga 21 Juli

- detikNews
Jumat, 16 Jul 2004 16:05 WIB
Bandung - Rapat pleno penetapan perolehan suara pemilu presiden (pilpres) 2004 di KPUD Jabar yang dijadwalkan Sabtu (17/7/2004) ditunda pelaksanaannya. Penundaan dilakukan karena menunggu lima kabupaten/kota menyerahkan hasil perolehan suara sahnya.Hal itu diungkapkan oleh Kabag Hukum dan Humas KPUD Jabar Heri Suherman ketika ditemui wartawan di Sekretariat KPUD Jabar Jl.Garut, Jumat (18/7/2004) sore. "Paling cepat pelaksanaan Rapat Pleno penetapan hasil perolehan suara di Jawa Barat pada Selasa (21/7/2004)," katanya.Lima daerah yang belum setor itu adalah Kab Sumedang, Kab Subang, Kab Bekasi, Kota Bekasi, dan Kab Indramayu. Kecuali Kab Indramayu, menurut Heri, kab/kota yang lain tinggal menunggu pelaksanaan rapat pleno pengesahan perolehan suara. Kab Indramayu terpaksa menunggu hasil pilpres ulang di wilayah PPK Gantar, khusus untuk 83 TPS dalam lingkungan Ma'had Al Zaytun Desa Mekarjaya Kecamatan Gantar."Untuk pelaksanaan rapat pleno kita tidak bisa meninggalkan daerah-daerah lain. Kecuali di 83 TPS di Al Zaytun yang hasilnya akan ditangguhkan paling lambat 25 Juli 2004," kata Heri.Hasil rekapitulasi suara dari data yang diterima KPUD Jabar minus lima daerah di atas, jumlah suara sah dalam pilpres 2004 sebanyak 21.921.872 suara. Dari jumlah tersebut, pasangan SBY-Kalla unggul di peringkat satu (32,37 persen) disusul oleh pasangan Wiranto-Wahid (24,47 persen) yang menang tipis dari pasangan Mega-Hasyim (23,22 persen). Disusul kemudian oleh pasangan Amien-Siswono (16,24 persen) dan Hamzah-Agum (3,7 persen).Menurut Heri, hasil perolehan suara di sisa lima kab/kota yang belum menyerahkan hasil perolehan suaranya tidak akan mengubah urutan rangking kemenangan capres-capres tersebut.Mengenai suara tidak sah di Jabar atau pun jumlah golput, KPUD Jabar belum bisa memastikannya. "Perkiraan melihat hasil Pemilu Legislatif kemarin suara sah sekitar 22,4 juta dari 24 juta pemilih yang mencoblos. Kalau sekarang yang terhitung sudah hampir mencapai 22 juta, saya kira suara sah nantinya sekitar 24 juta," katanya. (nrl/)


Berita Terkait