"Kalau ada unsur jaksa atau polisi yang dinilai profesional dan baik kita terima. Kita serahkan pada komisi III, kalau baik terima kalau tidak ya enggak," kata Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto, kepada detikcom, Senin (21/11/2011).
Menurut Setya, partainya sudah melakukan evaluasi terhadap latar belakang 8 calon yang saat ini mengikuti tes. Untuk sementara, nama-nama yang sudah dibidik akan diuji ulang saat proses wawancara dengan para anggota komis hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Golkar sampai sekarang percaya dengan mekanisme yang ada. Dan kita memang tidak mau menerima lobi-lobi," kata Setya.
Saat ditanya kriteria apa yang dicari pada pimpinan KPK, Setya menegaskan, si calon harus mampu mengkoordinasikan Kejagung dan Polri dalam upaya memberantas korupsi. Semua harus integrasi untuk mengungkap kasus-kasus besar.
"Kita harapkan KPK bisa melakukan suatu terobosan untuk kasus yang besar," terangnya.
Seperti diketahui, saat ini proses fit and proper test terhadap 8 calon pimpinan KPK sedang berjalan. Abraham Samad sebagai calon yang diuji pertama kemarin sudah menjalani tes. Namun proses wawancara tertunda karena ada masalah teknis terkait Laporan Harta Kekayaan. Sementara calon dari polisi yakni Irjen Pol (purn) Aryanto Sutadi dan jaksa yang maju adalah Zulkarnaen.
(mad/mpr)











































