Sandera Filipina akan Dibebaskan Begitu Pasukan Mundur
Jumat, 16 Jul 2004 11:48 WIB
Jakarta - Kelompok militan yang menyandera Angelo de la Cruz menyatakan akan membebaskan warga Filipina itu ketika seluruh prajurit Filipina telah meninggalkan Irak. Ini berarti akan terjadi pada akhir bulan ini.Demikian menurut sebuah statemen yang dibacakan di jaringan televisi satelit Al-Jazeera seperti dilansir kantor berita Associated Press, Jumat (16/7/2004).Statemen ini keluar tak lama setelah televisi Arab tersebut menayangkan video rekaman de la Cruz. Dalam rekaman tersebut, warga Filipina itu mengatakan dirinya akan segera pulang ke tanah air. Supir truk itu juga berterima kasih kepada pemerintahnya karena setuju untuk menarik mundur pasukan dari Irak secepatnya.Dalam video itu, de la Cruz terlihat tidak lagi mengenakan baju setelan berwarna oranye yang dikenakan sebelumnya. Sandera-sandera lain yang telah dibunuh oleh gerilyawan Irak memakai pakaian oranye serupa dalam video yang memperlihatkan pembunuhan mereka.Kepada keluarganya, de la Cruz meminta mereka untuk tidak mengkhawatirkan dirinya. "Tunggu saya, saya akan kembali pada kalian," tukas de la Cruz seperti dilaporkan Al-Jazeera.Kelompok bersenjata Irak telah menuntut pemerintah Filipina menarik 51 pasukannya dari Irak sebelum 20 Juli. Atau jika tidak mereka akan memenggal sandera tersebut.Semula pemerintahan Gloria Arroyo bersikeras menolak tuntutan penculik. Namun akhirnya pemerintah Manila mengumumkan keputusannya untuk menarik pasukan dari Irak lebih cepat dari jadwal resmi pada 20 Agustus mendatang.
(ita/)











































