Jalan Macet Rawan Congkel Spion Mobil Mewah

Jalan Macet Rawan Congkel Spion Mobil Mewah

- detikNews
Kamis, 17 Nov 2011 15:20 WIB
Jakarta - Spion mobil mewah menjadi incaran pelaku kejahatan pencongkelan. Pada umumnya, aksi kejahatan pencongkelan ini dilakukan di lokasi yang sering mengalami macet.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Gatot Edy Pramono mengatakan, lokasi macet menjadi sasaran empuk para pelaku pencongkel spion.

"Contoh, pencongkelan spion itu di daerah Sudirman, pada saat jalan macet hujan sedikit, pelaku ada di situ," kata Gatot kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/11/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kejahatan pencongkelan spion terjadi pada jam-jam sibuk pada sore hari. Kemacetan di ruas jalan Jakarta pada jam-jam sibuk itu sering kali dimanfaatkan pelaku pencongkelan spion.

Gatot mengungkapkan guna mengantisipasi kejahatan tersebut pihaknya menyiagakan anggota reserse yang berpakaian preman di lokasi-lokasi yang dianggap rawan pencongkelan spion.

"Petugas kita stand by di situ," kata Gatot.

Ia menambahkan pihaknya juga telah memetakan beberapa titik yang rawan kejahatan pencongkelan spion. Berdasarkan data yang dihimpun Polda Metro Jaya, pencongkelan spion kerap terjadi di kawasan Dukuh Atas, Sudirman, Slipi, Jl Wijaya, Jl Gatot Subroto.

"Ada beberapa daerah yang buat kerawanan congkel spion, ada yang sudah dapat ada yang belum," kata dia.

Gatot melanjutkan spion-spion mobil mewah kerap menjadi incaran pelaku kejahatan. Pasalnya, spion mobil mewah memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran, misalnya spion mobil Alphard dan Harrier.

"Harga spion Alphard itu sepasang mencapai Rp 17 juta, sedangkan spion Harrier berkisar Rp 12 juta sepasang. Kalau dijual ke penadah, harganya lebih murah," jelasnya.

Dari hasil operasi rutin yang dilaksanakan jajaran Polda Metro Jaya sejak tanggal 7-15 November 2011, ada 7 kasus pencongkelan spion yang berhasil diungkap polisi. Dari 7 kasus itu, 3 kasus diungkap Polres Jakarta Selatan dan Polresta Tangerang Kota serta Polres Jakarta Barat masing-masing mengungkap 1 kasus.

(mei/lrn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads