Peristiwa ini terjadi di ruangan kantor rutan Salemba, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2011). Saat itu, Syaripudin sendirian, sebab Menkum HAM Amir Syamsuddin dan Wamenkum HAM Denny Indrayana sudah pulang terlebih dulu.
Bercelana jeans biru dan memakai kaos berkerah, Panda pun menghampiri Syaripudin. Entah atas izin siapa, Panda langsung mencecar Syaripudin dengan penuh emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya lihat Anda dan kawan-kawan di ruang bingker," jawab Syaripudin.
"Iya kau ada tanya kenapa aku di situ? itu kan tempat terbuka. Kau bawa namaku di pers, etikanya nanya dulu. Dengan membawa-bawa namaku sekarang kau sebarkan ke seluruh Indonesia bahwa kamarku mewah. Sebenarnya bisa kutuntut kau," serang Panda lagi.
"Saya tidak bilang kamar Pak Panda mewah. Yang saya bilang terjadi kamar mewah di sini," jawab Syaripudin. Kali ini jawaban mantan napi rutan Salemba tersebut malah disoraki petugas rutan. Huuuu......
"Alah kau memang mau cari sensasi saja. Mau mencari debat kusir, aku pengen lihat mukamu saja. Jangan kau sebut aku dan fitnah saya," tambah Panda.
"Saya tidak fitnah Bapak. Saya tidak ada masalah, kalau nggak suka tegur saya," timpal Syaripudin yang mengenakan jaket hitam ini.
"Aku cuman kasihan saja lihat kau," sambung Panda lagi.
"Aku tidak cari sensasi," jawab Syaripudin sambil disoraki kembali oleh petugas rutan.
"Huuuuuu," teriak petugas.
"Tapi kau cari popularitas dengan bilang kamarku mewah. Ayo lihat kamarku," ajak Panda.
"Saya tidak mau," jawab Syaripudin.
Setelah suasana mulai terlihat memanas, petugas rutan baru bereaksi. Mereka akhirnya membawa Panda kembali ke dalam tahanan, sementara Syaripudin dibawa ke luar rutan.
"Yang penting saya cukup tahu, Anda sudah melihat kamar saya seperti apa," ucap Panda saat ditanya perasaannya usai bertemu Syaripudin.
(mad/asy)










































