"Antisipasi kemungkinan terjadinya siklus banjir 5 tahunan seperti 2002 dan 2007 terus dilakukan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rapat koordinasi menghadapi ancaman banjir di kantornya, Jl Ir H Juanda, Jakarta, Rabu (16/11/2011).
Antisipasi dilakukan lantaran saat ini kemampuan 13 sungai-sungai yang masuk Jakarta untuk menanggulangi banjir hanya 17-80 persen. "Contohnya Kali Ciliwung di Kalibata hingga Bukit Duri, hanya memiliki kemampuan mengatasi banjir 17 persen karena penyempitan dan pendangkalan sungai," papar Purwo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menambahkan, cukup sulit mengatasi banjir secara total di Jakarta. Menurutnya masalah banjir Jakarta sangat kompleks sehingga memerlukan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, dan juga masyarakat.
Oleh karenanya, berbagai persiapan dan peralatan untuk menghadapi banjir telah disiapkan. Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi banjir 2011-2012, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai persiapan.
"Yaitu petugas Pemda yang bisa dimobilisasi sebanyak 26.553 orang, sarana dan prasarana seperti perahu karet 310 unit, motor temple 283 unit, truk 136 unit, mobil pompa air 347 unit, beras 93 ton, mie instan 2.000 dus, dan obat-obatan sebanyak 50 paket," tutur Purwo.
(anw/vit)










































