BNPB Antisipasi Banjir 5 Tahunan di Jakarta

BNPB Antisipasi Banjir 5 Tahunan di Jakarta

- detikNews
Rabu, 16 Nov 2011 13:05 WIB
BNPB Antisipasi Banjir 5 Tahunan di Jakarta
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mempersiapkan kemungkinan terjadinya banjir lima tahunan di Jakarta, seperti yang sebelumnya terjadi pada tahun 2002 dan 2007 lalu. Berbagai antisipasi dan persiapan pun dilakukan.

"Antisipasi kemungkinan terjadinya siklus banjir 5 tahunan seperti 2002 dan 2007 terus dilakukan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rapat koordinasi menghadapi ancaman banjir di kantornya, Jl Ir H Juanda, Jakarta, Rabu (16/11/2011).

Antisipasi dilakukan lantaran saat ini kemampuan 13 sungai-sungai yang masuk Jakarta untuk menanggulangi banjir hanya 17-80 persen. "Contohnya Kali Ciliwung di Kalibata hingga Bukit Duri, hanya memiliki kemampuan mengatasi banjir 17 persen karena penyempitan dan pendangkalan sungai," papar Purwo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demikian pula Kali Krukut yang hanya mampu menampung air kiriman 37 persen, dan Kali Pesanggrahan 21 persen. "Sementara itu aliran permukaan dari bagian tengah dan hulu sungai yang masuk ke Jakarta mengalami peningkatan sekitar 50 persen dalam 30 tahun terakhir," ujarnya.

Dia menambahkan, cukup sulit mengatasi banjir secara total di Jakarta. Menurutnya masalah banjir Jakarta sangat kompleks sehingga memerlukan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, dan juga masyarakat.

Oleh karenanya, berbagai persiapan dan peralatan untuk menghadapi banjir telah disiapkan. Dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi banjir 2011-2012, maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai persiapan.

"Yaitu petugas Pemda yang bisa dimobilisasi sebanyak 26.553 orang, sarana dan prasarana seperti perahu karet 310 unit, motor temple 283 unit, truk 136 unit, mobil pompa air 347 unit, beras 93 ton, mie instan 2.000 dus, dan obat-obatan sebanyak 50 paket," tutur Purwo.

(anw/vit)


Berita Terkait