Warga Tuding Pembangunan Mal di Pondok Bambu Sebabkan Banjir

Warga Tuding Pembangunan Mal di Pondok Bambu Sebabkan Banjir

- detikNews
Selasa, 15 Nov 2011 16:17 WIB
Jakarta - Warga RT 8 RW 4 Kelurahan Pondok Bambu, Jakarta Timur mengeluhkan pembangunan Cipinang Indah Mall yang menyebabkan banjir saat hujan terjadi. Padahal sebelum pembangunan mal, air hujan cepat surut tak lama setelah hujan reda.

Seperti yang terjadi hari ini, Selasa (15/11/2011), Jl Taruna Pahlawan Revolusi tergenang air 20-50 centimeter akibat hujan deras yang terjadi siang ini.

"Sebelum pembangunan mal nggak sampai 10 menit air sudah surut. Tapi kalau sekarang sampai 2-3 jam air baru surut. Ini terjadi sejak 6 bulan lalu," kata salah seorang warga, Musa (54) saat ditemui detikcom di lokasi banjir.

Musa menceritakan, warga sudah mengadu ke Ketua RT dan RW setempat. Namun hingga saat ini masih belum ditemukan solusi bersama.

"Sudah mengadu ke RT/RW, tapi masih mencari upaya. Diduga karena adanya pengecilan pembuangan air semenjak ditutupnya empang dan sawah untuk pembangunan mal," imbuh Musa.

Hal senada juga disampaikan oleh warga setempat yang bekerja sebagai tukang ojek, Jamal (44). Menurut dia, daerahnya dari dulu kalau terjadi hujan langsung tergenang air. Tapi tidak berapa lama air hujan dengan sendirinya akan surut.

"Memang dari dulu di sini banjir, namun air mengalir. Setelah pembangunan mal, sawah dan empang diuruk, air menggenang lama," tuturnya.

Wakil RW setempat juga mengamini pendapat para warganya. Menurutnya, daerahnya mulai banjir sejak setahun lalu. "Tiap hujan deras lingkungan ini selalu ada genangan air 20-50 cm. Warga sudah mengadukan ini ke unit terkait, namun belum ada tanggapan positif. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun lalu. Diperparah dengan adanya pembangunan Cipinang Indah Mall," kata Wakil RW 4, Supardi.

Pantauan detikcom, Jalan Taruna Pahlawan Revolusi yang terletak di belakang Cipinang Indah Mall tampak tergenang sekitar 20-30 cm. Motor tidak ada yang berani melewati jalan tersebut, namun mobil bisa melewatinya dengan lambat. Akibatnya, macet tak dapat dihindarkan. Namun genangan air tidak sampai masuk ke rumah warga. Sementara anak-anak sekolah terpaksa mencopot sepatunya untuk bisa melewati jalan tersebut.

(anw/nvt)


Berita Terkait