Polri Telusuri 10 Penerima Aliran Dana Pembobolan BII Senen

- detikNews
Kamis, 15 Jul 2004 17:04 WIB
Jakarta - Mabes Polri menelusuri lebih dari 10 nama yang diduga menerima aliran dana dari pembobolan Bank Internasional Indonesia (BII) Kantor Cabang Pembantu Senen, Jakarta Pusat. Pembobolan dana senilai Rp 31 miliar itu dilakukan sindikat yang melibatkan Kepala BII Capem Senen, Wahyu Hartanto."Polisi sedang menelusuri lebih dari 10 nama perorangan atau perusahaan yang menerima aliran dana tersebut," kata Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Kamis (15/7/2004).Dijelaskan Ismoko, posisi BII dalam kasus ini adalah sebagai korban. Polri sudah menetapkan satu tersangka setelah BII melaporkan kasus ini, yakni Kepala Capem BII Senen Wahyu Hartanto. "Dari Wahyu kita berhasil menemukan seseorang bernama T yang diduga menerima aliran dana dari PT K," jelasnya.Yang dimaksud sebagai T adalah Toni CH Martawinata, sedang K adalah PT Kharisma Internasional Hotel. Toni diduga menerima dana sebesar Rp 2,75 miliar dan telah ditangkap di kantornya di Jalan Rasuna Said, Jakarta, Rabu kemarin. Sementara Wahyu sudah ditangkap lebih dulu.Ditanya tentang keterkaitan Toni dengan kasus pencucian uang yang terkait tim sukses capres tertentu, Ismoko menyatakan penyelidikan belum sampai ke situ. "Tidak sampai ke situ. Kita konsentrasi pembuktian pidana murni. Kita buktikan saja hal-hal simpel bahwa ada dana pensiun yang mengalir PT K, juga mengalir ke Toni yang kita mintai pertanggungjawaban," jelasnya.Dana Pensiun PT PT PusriKasus ini terkuat setelah ada orang yang mengaku dari pengurus Yayasan Dana Pensiun PT Pusri yang ingin mencairkan deposito senilai Rp 31 miliar. Padahal dana yang ada hanya Rp 200 juta.Ternyata setelah ditelusuri sebelumnya pengurus Yayasan Dana Pensiun PT Pusri memang mendepotasikan uang senilai Rp 31 miliar di BII Capem Senen. Deposito dilakukan dalam dua tahap dengan nilai masing-masing Rp 25 miliar dan Rp 6 miliar.Tapi dana itu sudah ditarik. Penariknya memiliki surat yang mengatasnamakan Yayasan Dana Pensiun PT Pusri, isinya memerintahkan BII agar mentransfer deposito tersebut ke nomer rekening milik PT Kharisma Internasional Hotel yang terletak di Cirebon. Kemudian ada seseorang berinisial S menempatkan uang senilai Rp 200 juta dalam bentuk deposito atas nama Yayasan Dana Pensiun PT Pusri. Sehingga mengacu pada catatan terakhir di BII, deposito atas nama Yayasan Dana Pensiun PT Pusri hanya Rp 200 juta. Surat yang diduga dipalsukan, menurut Ismoko, ternyata memiliki nomer yang sama dengan surat yang ditujukan ke Bank Mandiri untuk kepentingan lain. Tapi tidak dijelaskan siapa yang menandatangani surat itu.Ditanya apakah ada pegawai Yayasan Dana Pensiun PT Pusri yang terlibat, Ismoko juga belum mau menjelaskan. Sebab saat ini masih dalam proses penyelidikan dan belum diperoleh bukti materil yang cukup tentang keterlibatan orang Pusri.

(gtp/)