Sekitar 40 orang berpakaian merah yang mengatasnamakan Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) datang ke Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (15/11/2011) pukul 13.00 WIB. Saat mereka datang, hujan tengah deras-derasnya mengguyur Jakarta.
"Ada yang telah memprovokasi KPK, mengintervensi KPK dan mengintimidasi KPK terkait pemberitaan penyelewangan dana yang dilakukan Bupati Kutai Barat. Pak Bupati tidak korupsi," ujar seorang orator.
Lagu-lagu dangdut terus diputar dan diperdengarkan melalui sound system yang ditaruh di atas mobil. Massa berjoget-joget di bawah derasnya hujan. Sementara itu perwakilan massa dan 6 perempuan yang mengenakan sandal tinggi dan membawa buket bunga masuk ke gedung KPK.
Mereka rupanya ingin menemui petinggi KPK. Namun sepertinya usaha mereka tidak ada hasil. Sebab kurang dari 10 menit kemudian, mereka sudah keluar lagi dari gedung. 30 Menit kemudian, kegiatan itu pun usai.
Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Kutai Barat (Akbar) mendatangi KPK dan meminta lembaga antikorupsi itu turun tangan untuk menghentikan praktik korupsi yang diduga berlangsung di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Akbar berpendapat, dari beberapa hasil pemeriksaan keuangan oleh BPK diketahui Pemkab Kutai Barat banyak sekali menyalahgunakan anggaran. Uang negara senilai Rp 329 miliar terbukti dihambur-hamburkan oleh banyak instasi untuk kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan praktik ini berlangsung sejak tahun anggaran 2009 dan terus terjadi sampai saat ini.
Akbar mendesak Bupati Ismael Thomas berani mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang diboroskan di Kabupaten Kutai Barat. Karena di bawah kepemimpinannya, Kutai Barat menjadi salah satu daerah yang laporan keuangannya dianggap bermasalah oleh BPK.
(vit/fay)











































