Agus salah satu korban mengatakan, dirinya bersama warga yang diundang telah menyantap makanan nasi, ikan tongkol dan acar. “Setelah makan di sana, paginya sekitar pukul 05.00 WIB pada Minggu (13/11) seluruh keluarga saya muntah-muntah termasuk saya. Saya lalu langsung dibawa ke Puskesmas,” jelas Agus hari ini.
Hal itu dibenarkan oleh salah seorang petugas Puskemas Kresek bernama Mumuh. Dia mengatakan, menurut diagnosa sementara dan pengambilan sampel makanan, diketahui makanan yang mengandung racun adalah ikan tongkol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mumuh mengatakan 40 orang warga tersebut masuk secara berbarengan sejak Minggu (13/11). Beruntung Puskesmas Kresek dapat menampung seluruh pasien itu. “Ya, warga datang dengan tiba-tiba. Kami memang memiliki tempat rawat inap. Tapi memang tidak bisa menampung semua, ada yang terpaksa menggunakan tikar. Ada juga yang terpaksa dirujuk ke RS Balaraja,” jelasnya.
Saat ini, dari 40 warga tersebut, semakin membaik keadaannya dan berangsur pulih karena mendapat infus. “Kini sisanya (yang tinggal) sekitar 10 orang,” tutupnya.
(nwk/nwk)











































