Keluarga: Perjuangan Sjafruddin Prawiranegara Belum Selesai

Keluarga: Perjuangan Sjafruddin Prawiranegara Belum Selesai

- detikNews
Selasa, 08 Nov 2011 15:29 WIB
Keluarga: Perjuangan Sjafruddin Prawiranegara Belum Selesai
Jakarta - Gelar pahlawan nasional akhirnya disematkan kepada MR Sjafruddin Prawiranegara. Apa kata keluarga? Bahagia pastinya. Namun perjuangan belum selesai!

"Ya excited ya, tentu bagaimana pun kita mesti tawadhu, kita mensyukuri. Tapi yang paling penting barangkali yang ingin saya sampaikan adalah perjuangan belum selesai. Masih banyak hal-hal yang perlu diperjuangkan," kata putra Sjafruddin Prawiranegara, Farid Prawiranegara di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (8/11/2011).

Fari memaparkan, gelar pahlawan terhadap ayahnya ini merupakan warisan kepada anak cucunya nanti. Dia berharap, apa yang diperjuangkan oleh ayahnya benar-benar dimengerti oleh keluarganya sendiri, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini merupakan warisan pada anak-cucu yang nanti mudah-mudahan bisa dilaksanakan, asal mereka betul-betul mengerti. Selama ini mereka tidak mengerti apa yang terjadi, apa yang sesungguhnya beliau perjuangkan, apa yang sesungguhnya beliau laksanakan," ujar putra keempat Sjafruddin tersebut.

Pak Sjafruddin terpilih sebagai pahlawan, berarti langkah-langkah beliau benar? "Ya, langkah-langkahnya benar rupanya, dianggap sebagai suatu hal yang benarlah oleh pemerintah sekarang. Jadi tinggal pengakuan dunia pendidikan kepada beliau," tuturnya.

Peran Sjafruddin Prawiranegara sangat besar pada saat Indonesia dilanda agresi militer Belanda II. Saat itu Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda, Soekarno-Hatta ditawan Belanda. Sjafruddin-lah yang ditugasi membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 22 Desember 1948 di Sumatera. Selama 6 bulan, Sjafruddin menjalankan pemerintahan RI dari dalam belantara hutan. Mereka terus mempropagandakan pemerintahan Indonesia masih ada. Aksi Sjafruddin berhasil, dunia internasional akhirnya memaksa Belanda menghentikan agresi militer mereka. Tanpa PDRI, belum tentu Belanda mau maju ke meja perundingan. Sjafruddin menyelamatkan republik, tapi selama puluhan tahun jasanya seolah terlupakan.

(anw/rdf)


Berita Terkait