Jika Terlibat Hilangkan Bukti, Manajemen Shy Rooftop Diproses

Siswa Pangudi Luhur Tewas

Jika Terlibat Hilangkan Bukti, Manajemen Shy Rooftop Diproses

- detikNews
Minggu, 06 Nov 2011 13:52 WIB
Jakarta - Tindakan sekuriti Shy Rooftop yang diduga menghilangkan barang bukti kasus penusukan siswa SMA Pangudi Luhur Raafi Aga Winasya Benjamin (17) membuat geram pihak kepolisian. Jika manajemen Shy Rooftop ikut terlibat di dalamnya, maka polisi akan memprosesnya secara hukum.

"Bukan kelalaian, tapi kesengajaan. Manajemennya juga nanti akan kita proses, kalo memang ada perintah dari manajemen untuk hilangkan barang bukti," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto saat dihubungi wartawan, Minggu (5/11/2011).

Menurut Imam, pihaknya juga akan menelusuri apakah Raafi mempunyai musuh atau tidak. Saat kejadian itu memang Raafi datang bersama teman-temannya ke acara ulang tahun salah satu teman Raafi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Raafi diundang di situ. Soal pelaku kita masih belum tahu," jelasnya.

Polisi juga kesal lantaran TKP sudah bersih saat polisi tiba. Darah Raafi sudah dipel dan karpet sudah digulung. Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Budi Irawan mengaku pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk Raafi hingga tewas tidak ditemukan di TKP.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu kemarin. Saat itu Raafi dan teman-temannya sedang mengadakan suatu acara di Shy Rooftop. Diduga karena bersenggolan dengan seseorang, Raafi kemudian ditusuk.

Raafi pun sempat dilarikan ke RS Siaga Pasar Minggu, Jaksel, namun nyawanya tidak tertolong.

(gus/vit)


Berita Terkait