"Pimpinan tidak ada di tempat. Sedang ke Eropa. Berangkat ke Belanda hari Jumat, minggu kemarin," kata salah seorang pegawai yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan di kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Menurut situs resmi MA, kunjungan MA diterima President Hoge Raad Kerajaan Belanda, Geert Corstens, dan Vice President Hoge Raad, Hans Fleer pafa Senin, 31 Oktober 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Indonesia hadir Ketua MA bersama dengan 16 anggota lainnya seperti Ketua Muda TUN, Paulus E Lotulung, Ketua Muda Pembinaan Widayatno Sastrohardjono, Ketua Muda Pidana Artidjo Alkostar, Ketua Muda Pidana Militer Imron Anwari, Hakim Agung Samsul Maarif, Panitera MA Suhadi, Kepala Badan Pengawasan Syarifuddin, Kepala Pusdiklat IGA Sumanatha, dua orang hakim pajak dan tim asistensi pembaruan peradilan.
"Selama sepekan ke depan akan melakukan studi tentang penerapan sistem kamar yang sejak Oktober lalu mulai diimplementasikan," terang MA.
Dengan banyaknya pimpinan yang ke luar negeri, membuat para wartawan kesulitan melakukan konfirmasi. Apalagi di tengah keresahan masyarakat terkait banyaknya hukuman bebas bagi para terdakwa korupsi, wartawan tidak bisa meminta tanggapan pihak MA.
Padahal, tidak sedikit para pemburu berita yang telah menunggui MA sejak pagi hari. Tetapi, setelah lama dinanti, juru bicara MA, Hatta Ali langsung ambil langkah seribu usai sholat jumat menuju ruang kerjanya.
(asp/mok)











































