"Sesaat sebelum tertabrak kereta, sopirnya bisa keluar," kata Setiadi (40), salah seorang saksi mata di tempat kejadian, Jumat (4/11/2011).
Perlintasan di Jalan Rawa Indah bukanlah perlintasan resmi yang dibuat PT KAI. Jalan yang bisa dilalui dua mobil ini biasanya dijaga secara sukarela oleh warga. Warga membentuk palang dari bambu dan menutupnya saat kereta lewat. Sebagai imbalannya, pengendara memberikan uang secara sukarela pada orang yang menjaga perlintasan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat penjaga perlintasan itu meleng, Kijang bak terbuka yang dikendarai Min (20) lewat di lintasan kereta yang terletak antara Stasiun Depok Lama dan Citayam itu. Tiba-tiba saja ada kereta dari arah Jakarta menuju Depok yang melintas.
Kereta itu langsung menghantam sisi kanan mobil yang sehari-hari digunakan untuk mengantarkan material bangunan itu. Mobil berkelir biru itu mental sejauh 10 meter. Pasir yang diangkutnya berantakan di jalan. Bagian belakang dan depannya terpisah.
"Sopirnya keluar sebelum mobilnya tertabrak kereta. Dia juga melarikan diri dari lokasi kecelakaan, sampai sekarang tidak terlihat," imbuh Setiadi.
Kereta yang menabrak kijang bak terbuka itu sudah tidak ada di lokasi. Sedangkan bangkai mobil Kijang itu masih belum di derek dan masih terlihat di sisi rel. Polisi samapai saat ini masih belum bisa menemukan Min untuk dimintai keterangan.
"Sopirnya kabur dan masih kita cari," kata salah seorang petugas kepolisian.
(nal/vit)











































