PDIP Tidak Anti Partai Golkar

Otak-atik Koalisi di Bali (1)

PDIP Tidak Anti Partai Golkar

- detikNews
Rabu, 14 Jul 2004 14:41 WIB
Denpasar - Tim Kampanye Megawati-Hasyim Provinsi Bali membuka ruang koalisi dengan Partai Golkar. Meskipun, PDIP dan Partai Golkar diselimuti trauma perselisihan yang kental, PDIP meyakinkan diri tidak anti dengan partai tersebut."Tidak, tidak pernah anti. Kita bisa bersama-sama," kata Ketua Tim Kampanye Megawati-Hasyim Provinsi Bali, Ida Bagus Suryatmaja, di sela-sela Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan suara Pilpres di Kantor KPUD Bali, Jalan Tjok Agung Tresna, Denpasar, Bali, Rabu (25/07/2004).Suryatmaja mengatakan, tim kampanye Megawati-Hasyim Bali tidak menutup kemungkinan tidak mengikuti instruksi DPP Partai Golkar terkait rancangan koalisi. "Bisa saja berbeda sepanjang menguntungkan," katanya.Sekadar diketahui, perolehan suara Megawati-Hasyim di Bali tidak memenuhi target. Dari target 70 persen suara, mereka hanya mampu meraup 54,72 persen suara. Untuk menggapai target itu, tampaknya hanya bisa dipenuhi bila PDIP bersatu dengan Golkar.Pada putaran pertama, Wiranto-Wahid memperoleh suara 10,34 persen. Tentunya, dengan koalisi tersebut, perolehan suara di Bali akan sangat signifikan mendongkrak suara Megawati secara nasional."Tetapi sebaiknya partai juga akan segera menyikapi. Kita koalisi dengan Partai Golkar misalnya, terus di sini juga melakukan, bisa saja ada penambahan-penambahan (suara) dari yang lain," sambung Suryamatja sambil tertawa lepas yang duduk disamping Humas Tim Kampanye Wiranto-Wahid.Sementara itu, terkait rencana dukungan Hamzah Haz kepada Megawati, Suryatmaja mengatakan, pihaknya akan mengadakan pendekatan secara formal dan informal terkait kemungkinan tersebut. "Tapi kita masih menunggu instruksi pusat," kilahnya.Namun, saat ini secara organisasi, Tim Kampanye Megawati-Hasyim Bali belum menentukan sikap koalisi menyongsong putaran kedua pilpres 20 September mendatang. "Kiat tetap saja melakukan upaya pendekatan dengan teman-teman (partai lain). Tapi itu, garis partai yang menentukan," demikian Suryatmaja. (nrl/)


Berita Terkait