"Pasti banyak orang kaget dan tidak percaya terhadap hasil survei ini. Tapi terlepas dari itu KPK harus mengevaluasi diri ke depan karena ada indikasi bahwa kepercayaan masyarakat mulai luntur terhadap KPK," imbau anggota Komisi III DPR, Martin Hutabarat melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (3/11/2011).
Sementara polisi jangan cepat berpuas hati. Namun justru bekerja lebih giat untuk menjawab keraguan masyarakat.
"Sedangkan Polri harus lebih mawas diri ke depan. Tidak boleh bertepuk dada seolah olah hasil survei itu sudah betul-betul mencerminkan perasaan rakyat. Polri harus bisa menjaga nya agar tidak dianggap survei pesanan," ingatnya.
Apalagi saat ini, menurut Martin, banyak kasus yang bersentuhan dengan rasa keadilan dan menyita perhatian masyarakat. Seperti kasus Andi Nurpati harus sungguh diperiksa secara profesional dan inpenden.
"Sebab dari sejak awal penanganan kasus ini sudah menimbulkan keanehan di mana lebih dari setahun sesudah dilaporkan Ketua MK Mahfud MD, Polri sama sekali tidak mau mengusutnya. Baru diusut sesudah masyarakat ribut karena Ketua MK membongkarnya ke publik. Namun hasilnya sampai sekarang hanya jalan di tempat," keluhnya.
Bahkan, Martin menambahkan, saat kasus ini terang benderang dilihat rakyat karena Panja Mafia Pemilu DPR pemeriksaannya disiarkan secara langsung oleh TV, tapi sampai sekarang Polri tidak berani menetapkannya sebagai tersangka. Begitu juga dengan kasus Ketua KPU yang sudah ditetapkan tersangka dan sudah diberitahu pada penuntut umum, imbuh Martin, ternyata dianulir lagi dengan alasan yang tak masuk akal.
"Oleh karena itu apabila Polri ingin membuktikan bahwa hasil survei JSI bukan dagelan maka Polri harus bisa menunjukkan keprofesionalannya sebagai penyidik independen kedepan," tandasnya.
(van/anw)











































