PPP: Tak Ada Perang Dingin di Koalisi

PPP: Tak Ada Perang Dingin di Koalisi

- detikNews
Rabu, 02 Nov 2011 14:07 WIB
Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menegaskan poros tengah tidak dibentuk untuk memulai perang dingin di internal koalisi. Meskipun partai besar di koalisi tetap bersikukuh meningkatkan angka Parliamentary Threshold (PT) Pemilu 2014 di kisaran 4-5 persen.

"Tidak ada perang dingin. Ini seperti melakukan diskusi bareng dan penyamaan pemahaman saja terkait perspektif yang seharusnya dalam melakukan revisi UU Pemilu," ujar Sekretaris FPPP DPR, Arwani Thomafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Menurutnya gabungan parpol ini memang sebagian adalah parpol koalisi. Mereka membentuk poros sendiri bersama Gerindra dan Hanura karena punya kesamaan visi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Temen ini kan niatnya jelas baik. Ingin meluruskan bersama-sama perspektif kita dalam melakukan revisi UU Pemilu ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemilu lebih baik," tuturnya.

Pandangan senada disampaikan Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi. Meski partai besar merespon poros tengah, enam parpol akan tetap konsolidasi mengamankan PT maksimal 3 persen.

"Kita tetap konsolidasi dan memperkuat barisan dalam perjuangan,"tegasnya.

Pembahasan Revisi UU Pemilu memanaskan dinamika politik tanah air. Golkar berharap tidak ada pembentukan poros tengah yang tak lain adalah blok yang mengesankan adanya perang dingin di koalisi.

Pemerintah sudah sampaikan DIM sandingan ala pemerintah, harusnya kita hormati itu. Toh masih ada waktu untuk kita duduk bersama. Kita ini bersaudara. Tak perlu kemudian bikin blok-blok apa, seperti ada perang dingin saja. Ini bukan perang dingin, nanti bisa kita cari kok solusi terbaik," ujar Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Rabu (2/11/2011).

Posisi Golkar, menurut Priyo, tetap menginginkan 5 persen untuk PT. Dan dapil kita ingin diperciut menjadi 3-6 kursi. Namun Golkar masih membuka ruang kompromi dengan usul pemerintah yakni PT 4 persen.

(van/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads