"Tadi disebutkan dari 75 ribu desa, baru 19.900 desa yang mempunyai perpustakaan. Ini sangat tidak cukup. Saya anjurkan untuk menargetkan 5 tahun ke depan, seluruh desa di tanah air harus punya perpustakaan," kata Wakil Presiden Boediono.
Hal itu dikatakan Boediono saat mencanangkan Gerakan Nasional Pembudayaan Gemar Membaca di Sasono Langen Budoyo Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (27/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Boediono, perpustakaan adalah simbol dari budaya pengajaran. Perpustakaan mempunyai peran penting dalam upaya mencerdaskan bangsa.
Karena kesadaran itulah, kata Boediono, salah satu founding father Amerika Serikat (AS), Thomas Jefferson, menghibahkan sebidang tanahnya di kepada Universitas Virginia. Di tengah-tengah lahan yang luas itu, terdapat sebuah bangunan perpustakaan milik Jafferson.
"Koleksi bukunya diberikan kepada universitas juga," kata Boediono menceritakan peristiwa 250 tahun yang lalu di AS itu.
Selain membangun perpustakaan lebih banyak lagi di Indonesia, Boediono juga mempunyai pesan khusus kepada para pustakawanyaitu agar mengembangkan fasilitas supaya bisa menampung kegemaran membaca masyarakat. Buku yang dikoleksi di perpustakaan pun harus dipilih secara selektif.
"Tugas pustakawan bukan hanya memberi katalog buku, tapi juga menyeleksi buku yang berkualitas dan bermanfaat. Kadang buku ada secara fisik, tapi kualitasnya tidak memenuhi standar dan tidak bermanfaat," kata Boediono.
(irw/aan)










































