Tim gabungan itu terdiri dari empat lembaga, yakni Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an (PPPA) Daarul Qur’an, Indonesia, serta tiga lembaga dari Afrika Selatan, yakni Muslim Judicial Council (MJC), Daarul Islam Zakaah Fund (Daizaf), dan Al Quds Foundation. Selama sepekan lebih mereka telah menggelar kegiatan kemanusiaan di Mogadishu, ibukota Somalia, terutama mendistribusikan makanan secara langsung.
"Walau tim sudah keluar dari Somalia, tetapi program pemberian bantuan makanan secara langsung masih akan dilakukan setidaknya satu bulan ke depan," kata Wakil Direktur PPPA Daarul Qur'an, Sunaryo Adhiatmoko, Kamis (27/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Mogadishu, kondisi keamanannya sangat mengkhawatirkan, sehingga tidak akan efektif untuk melaksanakan program yang bersifat pembangunan secara fisik. Maka kita mempertimbangkan untuk melaksanakan kegiatan semacam itu di wilayah perbatasan Kenya, yang juga banyak pengungsi dari Somalia," ujar Sunaryo.
Terkait dengan kelanjutan program pemberian makanan secara langsung, Sunaryo menyatakan ada lembaga mitra lokal di Mogadishu yang telah sepakat untuk melanjutkan kegiatan itu. PPPA Daarul Qur'an maupun lembaga yang berasal dari Afrika Selatan akan bertindak sebagai supervisi saja dan menyediakan pendanaan. Sedangkan kegiatan membeli bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan bantuan makanan kepada para pengungsi akan dilaksanakan lembaga mitra tersebut.
(rul/fay)










































