"Masih tingginya elektabilitas figur lama yang muncul sejak sebelum reformasi menunjukkan reformasi belum mampu mereproduksi tokoh yang diharapkan oleh masyarakat. Survei persepsi ini sekaligus menunjukkan bahwa ketokohan tidak bisa dibangun instan," ujar Sekjen PPP M Romahurmuziy.
Hal ini disampaikan Romi, demikian dia disapa, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ternyata perlu waktu untuk uji konsistensi kapasitas kepemimpinan. Bagi PPP, usia bukan merupakan concern, karena yang lebih dibutuhkan bangsa ini ke depan adalah pemimpin yang berani, decisive, berpola pikir entrepreneurial governance, dan memiliki pola berpikir out of the box,"tuturnya.
Karena itu kader senior masih bertahan. Bukan tidak mungkin memenangkan pilpres 2014.
"Munculnya Ical dan Mega adalah realitas yang tak terbantahkan dalam persepsi masyarakat kita. Jika trend ini berlanjut, maka 2014 kita belum bisa berharap munculnya tokoh baru, meski PPP meyakini akan menjadi periode terakhir kiprah politisi era reformasi," tandasnya.
(van/gah)











































