"Pada saat Oktober ini, matahari pas di atas Pulau Jawa, sehingga bagi yang tinggal di Pulau Jawa akan lebih terasa teriknya. Selain itu kelembaban udara kadang tinggi sehingga terkadang terasa gerah," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto.
Hal itu disampaikan Kukuh dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (24/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini hujan lokal sudah mulai terjadi di beberapa daerah, mengingat saat ini sedang masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Diperkirakan terik matahari dan rasa gerah yang dirasakan warga Jakarta akan berlangsung hingga November mendatang.
"Nanti saat musim penghujan masuk, baru ada pertumbuhan awan, sehingga panas akan berkurang. Untuk Jakarta bagian selatan baru pada awal November nanti akan masuk musim penghujan, sedangkan bagian utara baru akhir November nanti," jelas Kukuh.
Dia menjelaskan, BMKG membagi dua wilayah Jakarta untuk meramalkan cuaca, yakni utara dan selatan. Jakarta Pusat masuk dalam wilayah utara Jakarta. Sedangkan timur bagian selatan masuk ke wilayah selatan Jakarta. Namun sejauh ini, suhu udara Jakarta masih cenderung normal, berkisar di angka rata-rata 33 derajat Celcius.
"Kalau siang hari terasa terik, itu karena radiasinya sedang tinggi karena tidak ada awan," sambung Kukuh.
(vit/fay)











































