Panas Terik di Jakarta Akan Dirasakan Hingga November

Panas Terik di Jakarta Akan Dirasakan Hingga November

- detikNews
Senin, 24 Okt 2011 12:31 WIB
Jakarta - Akhir-akhir ini warga Jakarta mengeluhkan teriknya sengatan matahari. Selain panas terik, masyarakat juga merasa gerah. Hal itu terjadi karena saat ini matahari sedang berada tepat di atas Pulau Jawa. Kondisi ini akan terjadi hingga November.

"Pada saat Oktober ini, matahari pas di atas Pulau Jawa, sehingga bagi yang tinggal di Pulau Jawa akan lebih terasa teriknya. Selain itu kelembaban udara kadang tinggi sehingga terkadang terasa gerah," kata Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kukuh Ribudiyanto.

Hal itu disampaikan Kukuh dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (24/10/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat matahari berada tepat di atas Pulau Jawa, radiasinya tinggi karena tidak ada awan di bawahnya. Sehingga sengatan matahari akan langsung terasa di kulit.

Saat ini hujan lokal sudah mulai terjadi di beberapa daerah, mengingat saat ini sedang masa transisi dari musim kemarau ke musim penghujan. Diperkirakan terik matahari dan rasa gerah yang dirasakan warga Jakarta akan berlangsung hingga November mendatang.

"Nanti saat musim penghujan masuk, baru ada pertumbuhan awan, sehingga panas akan berkurang. Untuk Jakarta bagian selatan baru pada awal November nanti akan masuk musim penghujan, sedangkan bagian utara baru akhir November nanti," jelas Kukuh.

Dia menjelaskan, BMKG membagi dua wilayah Jakarta untuk meramalkan cuaca, yakni utara dan selatan. Jakarta Pusat masuk dalam wilayah utara Jakarta. Sedangkan timur bagian selatan masuk ke wilayah selatan Jakarta. Namun sejauh ini, suhu udara Jakarta masih cenderung normal, berkisar di angka rata-rata 33 derajat Celcius.

"Kalau siang hari terasa terik, itu karena radiasinya sedang tinggi karena tidak ada awan," sambung Kukuh.

(vit/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads