"Ada kebiasaan jamaah yang membawa barang yang dicurigai x-ray seperti obat, jamu. Kalau itu ditemukan di satu kopor, maka akan menghambat jamaah yang lain," ungkap Kadaker Madinah Akhmad Jauhari di depan tim pengawas haji DPR, Minggu (23/10/2011), di kantor Daker Madinah.
Jauhari juga menuturkan ada jamaah yang membawa beras yang dimasukkan jeriken. "Itu menurut x-ray juga dianggap bermasalah," kata pejabat eselon IV Kemenag itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah jamaah gelombang I yang menetap di Madinah lebih dulu sebelum berhaji ke Makkah mencapai 256 kloter atau 159.548 orang. Mereka menetap di Markaziyah, maksimal 650 meter dari pelataran Masjid Nabawi. Sedang gelombang II sebanyak 246 kloter atau 94.932 orang akan mengalir ke Madinah dari Makkah usai puncak haji bulan depan lewat darat.
Dalam rapat tim pengawas haji DPR dengan pimpinan Daker Madinah, tim menyoroti masalah pengamanan, pemondokan, bimbingan ibadah, katering dan kesehatan. Sejumlah anggota tim yang terdiri dari 16 orang itu mempertanyakan sedikitnya jumlah petugas sektor keamanan.
Jumlah petugas keamanan dari Indonesia di musim haji tahun ini 53 orang, 21 orang di antaranya ada di Madinah. Sedangkan jamaah Indonesia sesuai kuota mencapai 221 ribu orang.
Hingga pukul 12.30 WAS atau 16.30 WIB, rapat dengan tim pengawas DPR masih berlangsung.
(nrl/vit)











































