SPBG Pinangranti Belum Beroperasi, Polisi Periksa Saksi Ahli

Tabung Bus TransJ Meledak

SPBG Pinangranti Belum Beroperasi, Polisi Periksa Saksi Ahli

- detikNews
Jumat, 21 Okt 2011 12:15 WIB
SPBG Pinangranti Belum Beroperasi, Polisi Periksa Saksi Ahli
Jakarta - Garis polisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti masih terpasang. SPBG Pinang Ranti pun masih belum bisa beroperasi sampai penyidikan polisi selesai.

"Belum (beroperasi). SPBG masih di-police line sampai pemeriksaan di TKP sudah cukup," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Bustoni Purnama saat dihubungi detikcom, Jumat (21/10/2011).

Bustoni mengatakan, ada 6 tabung gas saat itu berada di SPBG. Tabung gas yang meledak adalah tabung nomor 4. Namun hasil puslabfor masih belum diketahui penyebab ledakan tersebut.

"Tersangka belum karena belum diketahui penyebab awalnya apakah kondisi tabung tidak layak atau prosedur pengisian tidak tepat atau lalai. Masih kita lihat menunggu hasil puslabfor," jelasnya.

Dari ledakan tersebut, polisi menyita tabung gas nomor 4, salah satu tabung gas yang masih utuh, regulator, dan bus dengan nomor polisi B 7228 IV yang meledak. Bus itu diamankan di sebuah pool busway di dekat TKP.

"Busway masih kita periksa. Kalau sudah selesai baru kita serahkan kembali," ujar Bustoni.

Polisi sudah memeriksa 7 saksi yang melihat kejadian ledakan di TKP. Ketujuhnya terdiri dari Kepala SPBG, 1 staf maintenance, 2 security, 1 office boy, 1 pengelola SPBG, dan manajer operasi TransJ. Sementara itu para korban yakni Marlinda, Sugianto dan Yusak Ablegor masih belum bisa diperiksa.

"Saksi korban belum bisa diminta keterangan. Marlinda ada gangguan pendengaran, Sugianto luka punggung dan kepala, Yusak patah kaki kiri," imbuh Bustoni.

Polisi juga akan memeriksa saksi ahli yang mengerti migas untuk mengetahui apakah tabung gas sesuai dengan prosedur atau tidak. "Rencananya minggu depan kita surati (para ahli). Mudah-mudahan bisa secepatnya diterima dan hasilnya bisa diketahui," tutur Bustoni.


(gus/vit)


Berita Terkait