"Mungkin dia sudah mengincar sejak 3 hari lalu. Menurut warga, pelaku sering terlihat di warung depan rumah saya," ujar Moenanto saat dihubungi wartawan, Kamis (20/10/2011).
Sebelum peristiwa itu menimpa anaknya, pelaku sudah nongkrong di sebuah warung kopi yang terletak di seberang rumah Moenanto di Perumahan Kompas, Jl Trias A1 No 3, Tambun, Bekasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria yang diperkirakan berusia 50 tahun itu kemudian memesan kopi di warung tersebut. Pemilik warung sendiri tidak mengenali pria tersebut.
"Dia bukan orang sini," kata dia.
Moenanto mengatakan, pemilik warung sendiri tidak menaruh curiga terhadap pria berpeci itu. Pasalnya, di lokasi sendiri ramai warga yang berlalu-lalang.
"Warungnya itu kan deketan sama tempat pembayaran listrik, sehingga pemilik warung mengira kalau bapak itu adalah orang yang mau bayar listrik," jelasnya.
Hingga kini, pelaku hipnotis itu tidak diketahui rimbanya. Pelaku berhasil membawa pergi motor Honda Revo warna hitam milik Moenanto bernopol B 6574 FTQ.
Peristiwa bermula ketika Raihan mengeluarkan motor di depan rumahnya sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, siswa Kelas I SMPN 12 Tambun itu hendak pergi mencari kain perca untuk bahan prakarya di sekolah bersama temannya, Riky.
Namun, saat itu, Raihan tiba-tiba didatangi pria tersebut yang kemudian menawarkan diri untuk mengantar Raihan membeli kain perca. Tanpa disadari, Raihan pun menurutinya dan ikut bersama pria itu, tanpa Riky.
Raihan yang diduga terhipnotis itu lantas diturunkan di Jl Teuku Umar, Cibitung, Bekasi yang jaraknya sekitar 5 kilometer dari rumahnya. Raihan pun baru tersadar dan menyadari kalau motornya sudah hilang.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Raihan pun pulang ke rumahnya dengan menumpang angkot. Usai mengalami hipnotis, Raihan tampak kebingungan seperti orang linglung.
"Temannya juga baru bisa buka mulut setelah setengah jam setelah kejadian. Mulut temannya seperti terkunci," katanya.
Menurut Moenanto, peristiwa serupa sudah terjadi lima kali sebelumnya yang menimpa warga sekitar. Ia berharap agar aparat polisi bisa membekuk pelaku tersebut.
(mei/anw)











































