Golkar Tentukan Dukungan di Pilpres II dalam 1-2 Hari

Golkar Tentukan Dukungan di Pilpres II dalam 1-2 Hari

- detikNews
Senin, 12 Jul 2004 16:02 WIB
Jakarta - Dalam satu-dua hari ini DPP Partai Golkar akan mengadakan rapat untuk menentukan arah dukungan pada Pilpres putaran dua. Pilihannya SBY atau Mega. Tapi Golkar masih berharap Wiranto lolos."Sudah tentu kita akan melakukan evaluasi. Sampai sekarang Golkar masih menunggu kepastian dari perhitungan yang sekarang kira-kira sudah 70 persen yang masuk. Tapi masih ada harapan lagi karena yang 30 persen belum masuk."Demikian kata Ketua DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (12/7/2004)."Saat ini (Wiranto) memang masih ranking tiga. Tapi bedanya sedikit sekali, hanya 3 persen dengan calon di peringkat dua," ujarnya.Kalau sudah pasti siapa yang lolos ke putaran dua, misalnya Wiranto tidak masuk, menurut Theo, sudah tentu pihaknya akan duduk untuk membicarakan hal tersebut."Rencananya satu-dua hari ke depan. Sedangkan keputusannya akan diumumkan setelah 26 Juli, yaitu pada saat dilakukan Rapimnas Golkar," ungkapnya.Mengenai kecenderungan di kubu Golkar saat ini, katanya, yang pasti Golkar tidak akan Golput, pasti memilih salah satu. Untuk menentukannya akan dibicarakan dalam rapat DPP satu-dua hari ke depan."Bahwa ada perbedaan pendapat dalam Golkar, itu sudah pasti. Sebagian cenderung mendukung Mega, dan sebagian lagi ke SBY. Tapi itu bukan berarti perpecahan Golkar menjadi dua kubu. Karena kita akan mendengar aspirasi masing-masing anggota. Sehingga akhirnya dihasilkan satu keputusan," tutur Theo.Ditanya soal pertemuan Akbar dengan Kalla, Theo mengaku tidak tahu. "saya belum mendengar," tukasnya.Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung bertemu dengan cawapres Jusuf Kalla pendamping SBY pada Jumat malam 9 Juli 2004 di rumah dinas Akbar jalan Widya Chandra Jakarta.Namun Wasekjen DPP Partai Golkar Bomer Pasaribu menampik sudah ada koalisi antara Golkar dengan SBY-Kalla. Menurutnya, peluang dukungan terhadap SBY-Kalla dan Mega-Hasyim sama, bila Wiranto-Wahid tidak lolos putaran dua. (sss/)


Berita Terkait