Potensi Pemuda Terlantar, Presiden Juga Diminta Rombak Kemenpora

Potensi Pemuda Terlantar, Presiden Juga Diminta Rombak Kemenpora

- detikNews
Rabu, 19 Okt 2011 04:14 WIB
Jakarta - Selain mereshuffle kabinetnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga merombak Kementerian Budaya dan Pariwisata menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Langkah SBY ini dinilai belum cukup karena Kemenpora juga dianggap perlu dirombak.

"Pertama kita ingin hasil reshuffle ini berjalan dengan tepat. Jangan hanya dipolitisisasi demi kepentingan politik, karena ini akan hanya mengecewakan rakyat," kata Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Taufan Ekonugroho Rotorasiko kepada detikcom di Jakarta, Selasa (18/10/2011) malam.

Selain itu yang terpenting bagi KNPI sebagai berkumpulnya tokoh pemuda Indonesia meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencermati juga posisi Menteri Pemuda dan Olahraga, karena selama ini banyak sekali isu beredar yang kurang sedap. Salah satu isu terpenting tentang potensi pemuda yang selama ini diabaikan.

"Ini sebenarnya bahaya dan bisa membuay situasi kepemudaan kurang harmonis. Karenanya, tolong juga tempatkan orang untuk memenej kepemudaan lebih baik," jelasnya.

Taufan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Karang Taruna ini menyarankan agar Menteri Pemuda dan Olahraga sebaiknya dipisah tersendiri, yaitu menjadi Menteri Pemuda dan Menteri Olahraga. Kalaupun tidak dan menempatkan Wakil Menteri, sebaiknya Wakil Menteri yang dipisah pada dua bidang ini.

"Ini perlu dipisah agar potensi pemuda dan olahraga sama-sama bisa berprestasi, tidak hanya salah satu bidang saja, seperti olahraga," ujarnya.

Selain itu, lanjut Taufan, KNPI juga selama ini menilai Menteri BUMN kurang melakukan pembinaan terhadap para pemuda di Indonesia. "Kalau pemerintah peduli dengan masalah pemuda, sebaiknya untuk mengalokasikan mengeluarkan dana corporate social responsibility (CSR) bagi program kepemudaan sebanyak 30 persen. Karena, dana CSR yang selama ini digulirkan untuk program kepemudaan dari Kementerian BUMN dirasa kurang," pungkasnya.



(zal/fjp)


Berita Terkait