Berdasarkan pengakuan korban, pelaku memaksa korban untuk masuk ke dalam Taman Garuda. Saat berada di taman yang memiliki pagar tembok tinggi dan pohon besar itu, pelaku yang berprofesi sebagai sopir tembak langsung memaksa korban untuk melayani nafsu syahwatnya.
"Korban sempat meronta-ronta dan melakukan perlawanan. Bahkan korban diancam akan dibunuh," kata Kapolsek Makasar, Kompol Edy Surasa, dalam keterangan pers di Polsek Makasar, Jumat (14/10/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia melakukan dalam keadaan sadar dan tidak di bawah pengaruh alkohol," ujarnya.
Edy juga menjelaskan mengapa korban baru melaporkan peristiwa yang menimpanya itu, Rabu (12/10) kemarin, padahal kejadian tersebut terjadi Sabtu (8/10).
"Korban waktu itu masih dalam keadaan syok. Dia mengakui diperkosa setelah majikannya mendesak menceritakan kejadian yang menimpanya, awalnya korban tidak mau cerita kejadiannya," jelas Edy.
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (8/10) dini hari. Saat itu korban baru selesai mengunjungi rumah sanak familinya di Pondok Gede sekitar pukul 23.00 WIB.
Pelaku yang melihat korban dalam kondisi linglung karena baru 6 bulan di Jakarta, langsung memanfaatkan situasi dengan berdalih akan mengantarkan korban ke rumah majikannya di Kalimalang.
Namun, bukannya diantar pulang, korban malah diajak berputar-putar di kawasan Kampung Melayu. Usai mengembalikan angkot yand dikemudikan, ES berdalih akan mengantarkan korbannya dengan angkot yang menuju Kalimalang.
Namun sesampainya di persimpangan Taman Garuda Pinang Ranti, pelaku menarik paksa korban untuk masuk ke taman gelap. Di sana pelaku melampiaskan nafsu bejatnya. Sebelumnya, korban dipaksa menyerahkan telepon genggam dan cincin emas seberat 1 gram.
Saat ini pelaku meringkuk di sel Polsek Makasar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku diketahui merupakan residivis karena kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban tewas.
(ahy/mok)










































