Hal ini yang menggerakan Pemerintah Indonesia mengadopsi teknologi Denmark untuk memecahkan masalah tersebut.
"Dengan adanya teknologi baru ini saya harap ada langkah-langkah konkret di tiap daerah dalam bentuk uji coba. Paradigma kita tentang sampah perlu diubah, dimana sampah merupakan sesuatu hal yang produktif dan mempunyai nilai ekonomis tidak hanya untuk dibuang begitu saja," kata Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum (DPU) Budi Yuwono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi tersebut dipaparkan oleh praktisi lingkungan dari Denmark, Henrik Mortensen. Teknologi ini disebut dry anaerobic digestion and composting dan telah sukses diterapkan di negaranya. Teknologi ini berupa pengolahan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebelum dibawa ke TPA atau dikenal dengan istilah intermediate treatment plan.
Sampah di TPS diolah terlebih dahulu dengan sistem hidrolisis yang hasil akhirnya nanti sampah akan lebih berkurang dan terpisah. Setelah itu sampah dibawa ke TPA yang diolah menggunkan sistem sanitary landfill.
"Teknologi ini bisa diterapkan di skala perkotaan sebagai alternatif pengolahan sampah. Dengan teknologi ini, biaya angkut sampah akan lebih kecil karena volume sampah yang semakin berkurang. Selain itu, sitem ini juga akan membuat sanitary landfill akan lebih awet," cetus Budi Yuwono.
KSAN sendiri hari ini ditutup secara resmi oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana. Selama 3 hari KSAN, digelar simposium, seminar, pameran foto, pameran program dan capaian penanganan sanitasi dari pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam kesempatan ini, Bapennas memberikan award kepada komponen masyarakat dan pemerintah yang terus mengupayakan program sanitasi dan pengelolaan sarana air minum. Seperti yang diterima Pemerintah Kabupaten Malang yaitu berupa 2 penghargaan di bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).
"Kabupaten Malang meraih 2 penghargaan untuk kategori pengembangan teknologi di bidang sanitasi dan kategori komunitas/pengelola air minum mandiri di tingkat masyarakat," tutur Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Abdul Malik kepada wartawan usai menerima penghargaan.
(asp/rdf)










































