Data Suara TI KPU Tanggal 5 Juli Sekarang kok Berkurang?
Minggu, 11 Jul 2004 11:30 WIB
Jakarta - Data suara pukul nyelonong ke TI KPU pukul 11.00 WIB pada 5 Juli lalu hingga kini masih misterius. Tapi, TI KPU lagi-lagi kedodoran karena ada pengurangan data yang dirilis pada 5 Juli dengan yang dikeluarkan belakangan ini.Soal perbedaan data ini bisa diklik di "statistik up date" dengan alamat (http://tnp.kpu.go.id/sourcefile/update.html). Statistik itu guna mengetahui perkembangan pertambahan suara setiap jam dari tiap-tiap kecamatan (PPK). Dalam data itu terdapat tabel tanggal, jam, jumlah kecamatan masuk dan total kecamatan masuk.Nah, tanggal 5 Juli 2004 pukul 11.00 WIB, jumlah dan total kecamatan yang masuk ada 2. Pukul 12.00 WIB, kecamatan yang masuk ada 14, total kecamatan yang masuk 16.Pada pukul 13.00, kecamatan yang masuk 73, total kecamatan yang masuk 89. Pada pukul 14.00: jumlah kecamatan masuk 562, total kecamatan: 65115.00: jumlah kecamatan 2.029, total 2.680. Pukul 16.00: masuk 2.628 kecamatan, total kecamatan 5.308. Pukul 17.00, jumlah kecamatan yang masuk 1.423, total kecamatan 6.731. Pukul 18.00, sebanyak 1.467 kecamatan masuk, jumlah total 8.198 kecamatan. Pukul 19.00, masuk 266 kecamatan, total 8.464 kecamatan. Pukul 20.00, masuk 444 kecamatan, total kecamatan masuk 8908.Munculnya data masuk pukul 11.00 tersebut cukup mengagetkan karena menurut SK KPU, setelah pukul 13.00 WIB penghitungan suara boleh dimulai. Staf ahli TI KPU Basuki Sudirman menyatakan, pukul 11.00 adalah data dari 2 kecamatan dari Jember dan itu adalah data real. Sedangkan anggota KPU Chusnul Mariyah yang mengurusi TI, menyatakan, data itu adalah TPS-TPS khusus yang ada di RS dan penjara, yang sah-sah saja dihitung sebelum pukul 13.00 WIB. Hingga kini, kedua pihak masih bersikeras pada pendapatnya sehingga suara nyelonong pukul 13.00 masih jadi misteri.Data nyelonong itu diungkap oleh pengamat telematika dari UGM, Roy Suryo. Beberapa saat setelah diributkan, fasilitas "statistik up date" itu dihilangkan. Namun sebelum dihilangkan, Roy Suryo berhasil mengcapturenya.Setelah dihapus beberapa hari, fasilitas "statistik up date" muncul lagi. Roy Suryo mencatat fasilitas itu muncul pada Sabtu (10/7/2004) pukul 23.00 WIB. Namun, anehnya, data yang muncul pada 5 Juli lalu berbeda dengan data yang muncul pada Sabtu malam itu.Data yang muncul Sabtu malam untuk 5 Juli, pada pukul 11.00, masih ada 2 kecamatan yang muncul. Pukul 12.00, jumlah kecamatan yang masuk 5, total kecamatan 7. Pukul 13.00, kecamatan yang masuk 23, jumlah kecamatan yang masuk 30. Pukul 14.00, 85 kecamatan masuk sehingga total kecamatan yang masuk adalah 115.Pukul 15.00, masuk data 153 kecamatan, total kecamatan 268. Pukul 16.00, masuk 141 kecamatan dengan jumlah total 409 kecamatan. Pukul 17.00, masuk 47 kecamatan dan jumlah total 456 kecamatan.Pukul 18.00, masuk 70 kecamatan, jumlah total 526 kecamatan. Pukul 19.00, jumlah kecamatan yang masuk 10, jumlah total 536 kecamatan. Pukul 20.00 WIB,masuk 57 kecamatan, jumlah total 593 kecamatan. Juga ada tambahan untuk data pukul 21.00-23.00.Meski pada waktu yang sama, namun angka kedua data itu telah berubah. Misalnya pada pukul 12.00, data tanggal 5 Juli lalu menunjukkan ada 14 kecamatan yang masuk, dan jumlah total ada 16 kecamatan. Sedangkan pada data yang hingga saat ini masih bisa disaksikan, pada pukul 12.00 ada 5 kecamatan yang masuk, dengan total kecamatan 7. Jadi, ada pengurangan jumlah kecamatan, dari 16 menjadi 7! Ada jam-jam selanjutnya, jumlah kecamatan yang muncul juga berkurang."Ini jelas aneh bin ajaib," komentar Roy Suryo pada detikcom per telepon, Minggu (11/7/2004) pukul 11.00 WIB."Jelas ini ada modifikasi. Jika jumlah suara direvisi seperti itu, harusnya ada penjelasan.Masak jumlah kecamatan yang masuk jadi berkurang, ini kan aneh," sergah Roy."Modifikasi itu jelas tidak logis. Data sejarah kok diubah-ubah sendiri tanpa penjelasan," sambung Roy.
(nrl/)











































