Kurang Tenaga Ahli, Program e-KTP Riau Baru di 5 Kabupaten & Kota

Kurang Tenaga Ahli, Program e-KTP Riau Baru di 5 Kabupaten & Kota

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2011 16:47 WIB
Jakarta - Kemendagri menargetkan program e-KTP akan rampung pada 2012 mendatang. Namun sepertinya program ini masih terseok-seok. Di Riau, dari 12 kabupaten dan kota, hanya 5 kabupaten dan kota yang menerima alat elektronik e-KTP tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Catatan Sipil Provinsi Riau, Raja Lukman kepada detikcom, saat ini hanya ada 5 kabupaten dan kota yang memiliki perangkat alat elektronik tersebut. Itu artinya masih ada 7 kabupaten lainnya yang sampai saat ini belum menerima alat eletronik.

"Dari 5 kabupaten dan kota yang menerima alat tersebut, baru hitungan dua pekan ini mulai beroperasi. Itu pun belum maksimal, banyak yang harus kita benahi di lapangan," kata Lukman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wilayah yang menerima alat elektronik tersebut yakni Pemkot Pekanbaru, Pemkot Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kabupaten Kuansing. Namun dari jumlah tersebut, belum semuanya bisa dioperasikan.

Saat ini yang baru bisa dioperasikan di Pemkot Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Pemkot Dumai. Untuk Kabupaten Kampar dan Kuansing diperkirakan perangkat alat elektronik tersebut baru akan diperisikan pada minggu ke tiga oktober.

"Untuk Pekanbaru memang sudah diperasikan. Namun begitu, belum juga semuanya maksimal. Masalah dihadapi saat ini, persoalan tenaga ahli yang mengoperasikan alat eletronik tersebut. Satu sisi surat edaran Mendagri melarang pemerintah daerah menggunakan tenaga honor," kata Lukman.

Lukman menjelaskan, walau saat ini jalannya pengurusan e-KTP nasional itu tersendat-sendat, Pemerintah Provinsi Riau bersama kabupaten dan kota tetap berupaya semaksimal mungkin.

"Memang pelaksanaan di lapangan kita akui belum maksimal. Masih banyak kekurangan di sana sini. Tapi karena ini program nasional kita tetap berupaya semaksimal mungkin agar bisa berjalan dengan lancar," demikian Lukman.

(cha/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini