Duh! 1 Bayi Meninggal Tiap 2,5 Menit

Duh! 1 Bayi Meninggal Tiap 2,5 Menit

- detikNews
Kamis, 13 Okt 2011 13:05 WIB
Solo - Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi. Setiap harinya, 550 bayi meninggal dunia atau terdapat satu bayi meninggal di setiap 2,5 menit.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih, dalam pidato pembukaan Rakernas V Ikatan Bidan Indonesia (IBI) di The Sunan Hotel, Solo, Kamis (13/10/2011).

Rustri memaparkan angka kematian bayi yang sangat tinggi. Data nasional mencatat rata-rata 550 bayi di Indonesia meninggal setiap harinya. Dari jumlah itu rata-rata 16-17 bayi yang meninggal setiap hari itu terdapat di Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lalu membuat perbandingan kondisi itu dengan kecelakaan pesawat. Disebutkannya, kalau ada pesawat jatuh dengan 10 penumpang meninggal, beritanya sudah sangat menggemparkan. Apalagi jika penumpangnya mencapai 100 orang.

"Padahal dengan angka kematian bayi ini, gambarannya setiap hari ada pesawat jumbo jet dengan penumpang seluruhnya bayi jatuh dan seluruhnya meninggal akibat kecelakaan itu. Setiap hari ada kecelakaan minibus di Jawa Tengah dengan penumpang seluruhnya bayi dan seluruhnya tewas," ujarnya.

Sedangkan untuk tingkat ibu saat melahirkan, IBI melaporkan saat ini jumlahnya masih cukup tinggi, meskipun tidak setinggi jumlah kematian pada bayi seperti yang disampaikan oleh Rustriningsih.

Ketua Umum IBI, Harni Koesno, memaparkan data dari Suerveri Demografi Kesehatan Ibu (DSKI)yang menyebutkan angka kematian ibu sebesar 228 tiap 100 ribu kelahiran hidup, atau sekitar 10.260 kematian ibu tiap tahun atau 855 tiap bulan, 214 tiap pekan, 8 kematian tiap hari, atau 1 kematian tiap tiga jam.

Atas data tersebut, Direktur Bina Kesehatan Ibu Kemenkes, Ina Hernawati, menegaskan pihaknya menargetkan penurunan angka kematian ibu mencapai lebih dari 50 persen yaitu maksimal 102 kematian tiap 100 ribu kelahiran. Salah satu yang ditekankan adalah meningkatkan persalinan ditolong tenaga medis hingga 90 persen.

(mbr/aan)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads