"Jika hal ini terlalu dipersoalkan bisa memancing kecurigaan rakyat dan menguatkan anggapan bahwa jabatan-jabatan di kabinet bukanlah terutama untuk kepentingan rakyat, melainkan sekadar sabagai cash cow atau sapi perah untuk penggerak mesin politik partai," ujar Ketua DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin kepada detikcom, (9/10/2011).
Menurutnya, sungguh disayangkan kalau ada partai politik takut kadernya yang menjadi menteri di reshuffle. Seyogyanya ada atau tidak ada reshuffle setiap pimpinan partai politik beserta kadernya tidak perlu mempersoalkan, karena reshuffle adalah sesuatu yang wajar dan merupakan kewenangan presiden.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Presiden SBY tentu telah mempertimbangkan sebaik mungkin reshuffle yang akan dilakukan. Masa 3 tahun ke depan adalah masa yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa di tengah ancaman krisis ekonomi dunia.
"Jadi tentunya hanya menteri dan calon menteri yang dianggap mampu yang akan dipertahankan atau dipilih," imbuhnya.
(her/asp)











































