“Ya mau apalagi, kan sudah tertangkap. Tidak mungkin kalau saya minta dibebaskan,” kata Retno, yang baru dua minggu melahirkan Usman Azam Abdillah, anak pertamanya dengan Heru Komarudin, Sabtu (8/10/2011).
“Ya semoga Mas Heru sabar dan kuat,” ujar Retno sambil menitikkan air mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau sedih ya sedih. Bahkan sejak ditinggal karena menjadi DPO, saya juga sedih. Namanya juga ditinggal suami. Tapi ya sudah tertangkap,” ujar Retno.
Retno mengaku tidak menduga jika Heru, pria yang dinikahinya akhir Nopember tahun lalu itu, terlibat jaringan teroris. “Sama M Syarif (pelaku bom bunuh diri masjid Az Azikro Mapolresta Cirebon) juga tidak begitu akrab,” tambah Retno.
Kalau dengan Musola? “Jarang ngobrol di rumah kontrakan. Mereka kalau ngobrol serius, pasti di luar rumah,” ujar Retno.
Musola adalah kakak ipar Heru Komarudin, yang mengontrak rumah secara berdekatan di Jl Dukuh Semar Harjamukti Kota Cirebon.
“Jangankan tahu jaringan teroris, yang memberitahu Heru saat Mapolresta Cirebon dibom juga saya. Dia (Heru) hanya berkomentar ‘Teman saya itu kok berani’,” tutur Retno menirukan suaminya, yang saat itu sedang berjualan aksesoris ponsel di Indramayu.
(lrn/lrn)










































